Stok Pangan Pokok di Sumatera Utara Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan bahwa stok pangan pokok di wilayah tersebut dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan cadangan beras pemerintah (CBP), minyak goreng, hingga jagung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, stok yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Ramadan bahkan Lebaran.
Data Stok Pangan Pokok Per 2 Maret 2026
Berdasarkan data Bulog per 2 Maret 2026, berikut adalah rincian stok pangan pokok:
- Beras medium CBP: 51.350 ton
- Beras premium: 275 ton
- Minyak goreng premium: 150 ribu liter
- Minyakita: 1,9 juta liter
- Jagung: 2.789 ton
Harga-harga yang ditetapkan oleh Bulog juga terjaga agar tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat. Contohnya, harga beras premium sekitar Rp14.655 per kilogram, sementara minyak goreng premium sekitar Rp17.000 per liter. Minyakita dijual sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter dan maksimal Rp13.500 per liter untuk penyaluran tertentu. Di tingkat RPK dan pasar, harga distribusi sekitar Rp14.500 per liter.
“Saya pastikan seluruh pasar di Sumatera Utara sudah menjual Minyakita. Memang karena harganya relatif murah, barangnya cepat habis. Tapi stok kita ada dan distribusi terus berjalan,” tegas Budi.
Alokasi Bantuan Pangan untuk 1,725 Juta Penerima
Pada Februari–Maret 2026, Bulog Sumut mendapat alokasi bantuan pangan untuk 1,725 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya yang sekitar 844 ribu penerima.
Setiap PBP menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per alokasi. Total kebutuhan mencapai 34.500 ton beras dan sekitar 6,9 juta liter minyak goreng.
“Penugasan ini tetap kami jalankan bersamaan dengan distribusi komersial. Jadi tidak hanya PSO (public service obligation), tetapi pasar komersial juga tetap kami isi agar tidak terjadi kekosongan,” jelas Budi.
Ia menambahkan, pada tahun lalu distribusi minyak goreng untuk bantuan pangan sekitar 3,3 juta liter. Tahun ini meningkat menjadi 6,9 juta liter, di luar distribusi komersial yang rata-rata 2,3 hingga 3,5 juta liter per bulan.
Penyerapan Gabah Petani dan Harga Pasar
Bulog Sumut juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani. Sesuai ketentuan, gabah dibeli seharga Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan maksimal Rp6.700 per kilogram di penggilingan.
Target penyerapan tahun ini sebesar 70.000 ton gabah atau setara 35.000 ton beras. Hingga 1 Maret 2026, realisasi penyerapan mencapai 7.454 ton gabah atau sekitar 10,64 persen dari target.
Budi menyebut kenaikan harga gabah pada Januari–Februari turut berdampak pada harga beras di pasaran. Namun di sisi lain, kondisi ini dinilai menguntungkan petani.
“Kalau harga gabah naik, tentu petani lebih sejahtera. Tapi di sisi lain, kami juga harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar,” katanya.
Stok Jagung yang Aman
Untuk komoditas jagung, Bulog menetapkan harga pembelian Rp5.400 per kilogram di tingkat petani dengan kadar air maksimal 18 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb. Sementara harga di depan gudang Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen.
Realisasi serapan jagung sejauh ini masih terbatas karena harga pasar yang fluktuatif. Meski demikian, Bulog memastikan stok jagung yang ada saat ini sekitar 2.789 ton dalam kondisi aman.
Pengamanan Stok di Sumatera Utara
Budi menegaskan pengamanan stok di Sumut berbeda dengan wilayah seperti Jakarta yang cenderung mengalami arus keluar penduduk saat mudik.
“Kalau Jakarta dijaga sampai minggu ketiga Ramadan karena banyak yang keluar kota, di Sumut justru arusnya keluar-masuk. Jadi pengamanan stok kami fokuskan sampai Lebaran,” ujarnya.
Ia berharap cuaca yang baik dan produksi pertanian yang stabil dapat membantu pencapaian target penyerapan komoditas tahun ini.
“Kesimpulannya, untuk komoditas yang ditugaskan kepada Bulog, baik beras maupun minyak goreng, stok dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tutup Budi.





