Bupati Biak Gandeng BI, Ubah Warisan Sekutu Jadi Wisata Dunia

20230101 143805 1 Resize 40 1 Resize 62 1
20230101 143805 1 Resize 40 1 Resize 62 1

Kunjungan Bupati Biak Numfor ke Pulau Owi untuk Kembangkan Wisata Sejarah

Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, melakukan kunjungan ke Pulau Owi pada hari Sabtu (28/2/2026). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat langsung potensi wisata sejarah yang terdapat di pulau tersebut. Agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan dan mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

Pulau Owi dikenal memiliki nilai historis yang tinggi karena menjadi salah satu titik strategis dalam operasi militer di kawasan Pasifik selama Perang Dunia II. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah peninggalan masa perang, termasuk bekas landasan pacu yang pernah digunakan sebagai basis militer Sekutu. Hal ini menunjukkan bahwa pulau ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah.

Markus Mansnembra menyatakan bahwa potensi sejarah yang ada di Pulau Owi perlu dikelola secara terarah dan profesional agar dapat menjadi destinasi wisata unggulan. Ia menilai bahwa nilai historis yang dimiliki pulau tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Pulau Owi memiliki nilai historis yang kuat sebagai saksi Perang Dunia II. Ini merupakan aset daerah yang harus kita kelola dengan baik agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sedang mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bupati menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan penataan kawasan serta peningkatan fasilitas pendukung guna menunjang kenyamanan wisatawan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, dalam kesempatannya menyampaikan dukungan Bank Indonesia terhadap penguatan promosi wisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi sejarah. Ia menilai Pulau Owi memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara terintegrasi, termasuk melalui digitalisasi sistem pembayaran guna mendukung aktivitas ekonomi di kawasan wisata.

“Kami melihat Pulau Owi memiliki potensi besar, jika dikelola dengan baik, dan promosi yang tepat maka daerah ini bisa menjadi destinasi unggulan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut,” kata Warsono.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Bank Indonesia berharap sinergi yang terbangun mampu mempercepat pengembangan Pulau Owi sebagai destinasi wisata sejarah yang dikenal luas di wilayah timur Indonesia.

Potensi Wisata Lain di Pulau Owi

Selain potensi wisata sejarah, Pulau Owi juga memiliki sejumlah daya tarik lain. Pulau ini memiliki pantai pasir putih dengan air laut yang jernih, serta terumbu karang yang masih terjaga sehingga cocok untuk aktivitas snorkeling dan diving. Keindahan alam ini menjadikan pulau ini sebagai destinasi yang menarik bagi para pecinta alam dan penggemar olahraga air.

Untuk mencapai Pulau Owi, biasanya masyarakat dan wisatawan dapat menggunakan perahu motor dari Kota Biak. Waktu tempuh sekitar 30 menit tergantung kondisi laut. Pulau Owi merupakan bagian dari Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, yang memiliki dua kampung yaitu Kampung Owi dan Kampung Sareidi.

Upaya Pengembangan Wisata Berkelanjutan

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pariwisata dengan pendekatan yang berkelanjutan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan lembaga seperti Bank Indonesia, diharapkan Pulau Owi dapat menjadi contoh sukses dalam pengelolaan wisata sejarah dan alam.

Dalam beberapa waktu ke depan, akan dilakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan aksesibilitas, memperbaiki infrastruktur, serta mempromosikan Pulau Owi secara lebih luas. Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.


Pos terkait