Kehidupan Politik dan Visi Bupati Pati
Sebagai seorang jurnalis yang terbiasa menggali informasi dari berbagai sumber, saya sering kali menghadapi situasi di mana wawancara dengan tokoh penting tidak selalu berjalan sesuai rencana. Pada suatu hari, saya berkesempatan untuk bertemu dengan Risma Ardhi Chandra, Bupati Pati, dalam sebuah pertemuan resmi setelah lama mengajukan permohonan audiensi. Namun, alih-alih membahas topik formal, kami malah terlibat dalam percakapan panjang yang penuh makna.
Perbincangan tersebut berfokus pada sejarah peradaban Pati, sebuah wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang cukup mendalam. Sebagai orang Jogja, saya merasa nyaman mengikuti cerita-cerita tentang Pati yang diceritakan oleh Chandra. Ia menyampaikan bahwa sejarah Pati harus menjadi dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Pati memiliki sejarah yang sangat penting dan harus bisa diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah ini,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media seperti Tribun Jateng, untuk mewujudkan visi tersebut.
Festival Budaya dan Semboyan ‘Bumi Mina Tani’
Salah satu fokus utama Chandra adalah pengembangan festival budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan Pati. Ia ingin menghidupkan kembali semboyan “Bumi Mina Tani”, yang dulu pernah membuat Pati menjadi barometer perekonomian nasional. Menurutnya, Pati memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pusat perhatian nasional.
“Pati tidak boleh dianggap remeh. Sejarah telah membuktikan bahwa Pati memiliki kontribusi besar dalam sejarah Indonesia,” katanya. Ia yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat, Pati dapat kembali menjadi pusat peradaban yang unggul.
Pendapatan Daerah Tanpa Beban Rakyat
Selain itu, Chandra juga berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan daerah (PAD) tanpa memberatkan rakyat. Ia menyarankan agar birokrat di Pati berpikir kreatif dan mencari alternatif lain selain pajak untuk meningkatkan PAD. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi beban tambahan bagi masyarakat.
Dari percakapan ini, saya teringat dengan peristiwa besar yang terjadi pada Agustus 2025 lalu. Peristiwa tersebut memicu perubahan besar dalam politik Kabupaten Pati, dan Chandra menjadi sosok yang diharapkan oleh banyak pihak. Meskipun ia tidak secara terbuka menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya, sikapnya yang tegas tetap menunjukkan kebijaksanaan yang tinggi.
Kepemimpinan yang Berpihak pada Rakyat
Chandra juga menunjukkan sikap yang dewasa dalam menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh lain, termasuk Sudewo. Ia memilih untuk tidak terlibat dalam komunikasi tertentu, yang menunjukkan bahwa ia lebih fokus pada kepentingan rakyat Pati daripada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Saya sepakat bahwa saat ini, Chandra lebih fokus pada soliditas di lingkungan birokrasi dan masyarakat. Ia membutuhkan dukungan penuh dari perangkat daerah, anggota DPRD, dan masyarakat Pati untuk mewujudkan visinya.
Masa Depan Pati yang Lebih Baik
Bupati Chandra memiliki tantangan besar dalam menghilangkan stigma negatif yang masih melekat pada Pati. Ia perlu menggalang seluruh potensi yang ada di Pati untuk membangun kota dengan semangat baru.
Semangat dan inovasi yang dibawa oleh Chandra untuk Pati ke depan ini terkait dengan salah satu pertanyaan yang sempat saya lupa tanyakan saat pertemuan. Pertanyaan tersebut adalah, mengapa Chandra hingga saat ini belum berkantor di Pendapa Kabupaten. Dari jawaban singkat yang saya peroleh, ternyata bahkan saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati, ia juga tidak berkantor di Pendapa.
Jika ada kesempatan lain, saya akan terus bertanya. Namun dengan tulisan ini, saya ingin menyampaikan harapan bahwa di bawah kepemimpinan Chandra, Pati akan menjadi lebih baik. Selamat bertugas, Mas Risma Ardhi Chandra, untuk membawa Pati menjadi lebih maju dengan semangat baru!





