Peresmian Gapura dan Taman Santo Antonius Padua di Kabupaten TTU
Gapura masuk ke kawasan Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU) serta Taman Santo Antonius Padua di halaman Kantor Bupati TTU telah resmi diresmikan. Peresmian ini berlangsung akhir pekan lalu, menjadi momen penting dalam rangka memperkuat identitas daerah dan menggambarkan semangat kebersamaan.
Peresmian dilakukan oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo bersama Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu. Mereka didampingi oleh Forkopimda Kabupaten TTU dan para pimpinan OPD. Turut hadir pula tokoh agama dan tetua adat, menunjukkan komitmen lintas elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Momentum peresmian dimulai dengan prosesi adat yang diikuti oleh pemberkatan fasilitas oleh rohaniawan. Hal ini menunjukkan bahwa harmoni antara pemerintah, adat, dan agama menjadi landasan utama dalam setiap pembangunan di Kabupaten TTU.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan bahwa perpaduan prosesi adat dan pemberkatan oleh rohaniawan memberikan pesan tentang kesatuan tiga lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa ketiganya merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan pembangunan di wilayah ini.
“Taman ini menjadi simbol kesatuan dan kebersamaan kita,” ujarnya pada Minggu, 1 Maret 2026.
Gapura Kantor Bupati TTU adalah perwujudan dari identitas daerah, sekaligus pintu masuk bagi semua lapisan masyarakat dan wibawa pemerintah. Di bawah panji semangat Salu-Miomafo-Kuluan dan Maubesi (SONAF BESI), gapura ini menggambarkan pintu masuk bagi rumah besar masyarakat Kabupaten TTU. Rumah ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan publik, tetapi juga tempat di mana aspirasi benar-benar dihargai.
Menurut Falentinus, Kantor Bupati harus menjadi tempat di mana visi tentang kesejahteraan masyarakat mendapat tempat tertinggi. Arsitektur gapura yang membentuk sayap menggambarkan pesan simbolis tentang transformasi dan kemajuan yang melesat tinggi. Melalui pesan simbolik ini, Pemkab TTU terus berupaya untuk bergerak dinamis, melampaui batas, dan membawa aspirasi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
Namun, semua visi dan semangat ini harus berpijak pada pondasi nilai luhur yang dilahirkan oleh leluhur Salu-Miomafo, Kuluan, dan Maubesi. Falentinus menilai bahwa pembangunan Taman Santo Antonius Padua di area gapura ini bukan sekadar hiasan untuk mempercantik pemandangan. Taman tersebut didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau yang mencerminkan keseimbangan antara pekerjaan dan ketenangan pikiran.
[NAMA ST ANTONIUS PADUA] dipilih karena membawa pesan moral tentang kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengajak seluruh pimpinan OPD, ASN, dan masyarakat TTU untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut dengan baik.
Fasilitas yang Menjadi Simbol Harmoni
-
Gapura Kantor Bupati TTU
Merupakan simbol identitas daerah dan pintu masuk bagi masyarakat.
Menggambarkan semangat Salu-Miomafo-Kuluan dan Maubesi (SONAF BESI).
Menjadi rumah pelayanan publik yang menjunjung aspirasi masyarakat. -
Taman Santo Antonius Padua
Berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang mencerminkan keseimbangan antara pekerjaan dan ketenangan pikiran.
Nama taman dipilih karena pesan moral tentang kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama.
Menjadi bagian dari upaya Pemkab TTU dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
Pentingnya Kehadiran Taman dan Gapura
-
Simbol Kesatuan
Taman dan gapura menjadi simbol kesatuan dan kebersamaan masyarakat TTU.
Mencerminkan harmoni antara pemerintah, adat, dan agama. -
Pembangunan Berkelanjutan
Dengan mengedepankan nilai-nilai luhur leluhur, pembangunan di TTU bertujuan menciptakan masa depan yang lebih baik.
Fasilitas ini menjadi contoh bagaimana pengembangan infrastruktur dapat sejalan dengan kearifan lokal.





