Bupati Ketapang Hadiri Tradisi Nyemaru di Hulu Sungai

Image 870x 681bc6c504dcf 1
Image 870x 681bc6c504dcf 1

Tradisi Nyemaru: Ritual Syukur dan Pelestarian Budaya di Kalimantan Barat

Tradisi Nyemaru adalah agenda tahunan yang dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan keberkahan alam yang telah diberikan. Ritual ini tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat, tetapi juga menjadi wujud pelestarian kearifan lokal. Dalam acara tersebut, masyarakat turut serta dalam prosesi adat dan pertunjukan budaya, sekaligus melakukan doa bersama untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi kampung halaman mereka.

Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir dalam tradisi adat Nyemaru atau ritual menyambut padi baru di Dusun Ampon, Desa Krio Hulu, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat dan juga bagi pemerintah daerah dalam menunjukkan perhatian terhadap budaya dan kearifan lokal.

Selama acara, Alex menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat. Ia juga memohon maaf karena baru bisa berkunjung pada tahun ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat pada Pilkada 2024 menjadi amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, yaitu dengan pembangunan.

“Pembangunan di Ketapang harus dilakukan secara berkeadilan. Dengan 20 kecamatan dan 253 desa, perhatian pemerintah harus merata,” ujar Alex. Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar semua wilayah dapat merasakan manfaatnya.

Terkait kondisi infrastruktur, Alex mengungkapkan bahwa masih terdapat puluhan desa di Kabupaten Ketapang yang belum menikmati layanan listrik dan akses internet. Hal ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar semua masyarakat dapat memiliki akses yang sama terhadap fasilitas dasar.

Peran Pemerintah dalam Pembangunan Berkelanjutan

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pemerintah daerah harus terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Ini termasuk peningkatan akses listrik dan internet yang akan membuka peluang ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat pedesaan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
* Penyediaan anggaran yang cukup untuk proyek pembangunan jaringan listrik dan internet.
* Kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga internasional untuk mempercepat realisasi proyek.
* Pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan proyek agar sesuai dengan kebutuhan lokal.

Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat kebijakan yang mendukung pelestarian budaya. Tradisi seperti Nyemaru tidak hanya menjadi simbol syukur, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga identitas dan nilai-nilai lokal.

Pentingnya Keberagaman Budaya dalam Pembangunan

Keberagaman budaya di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat, menjadi aset yang sangat berharga. Masyarakat yang menjaga tradisi dan kearifan lokal cenderung lebih solid dan memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan menjaga budaya, masyarakat juga bisa menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan. Ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun ada tantangan dalam pembangunan, harapan untuk masa depan masih sangat besar. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, target pemerataan pembangunan dan pelestarian budaya dapat tercapai.

Berikut beberapa harapan yang perlu diwujudkan:
* Akses layanan dasar seperti listrik dan internet dapat mencapai seluruh desa.
* Pembangunan infrastruktur dilakukan dengan prinsip keadilan dan partisipasi masyarakat.
* Budaya dan kearifan lokal terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas bangsa.


Pos terkait