Bupati Kukar Turunkan Tim Usai Anak Marangkayu Naik Kereta Gantung ke Sekolah

Kapolres Bontang Akbp Yusep Dwi Prastiya Melakukan Kunjungan Kerja Ke 1
Kapolres Bontang Akbp Yusep Dwi Prastiya Melakukan Kunjungan Kerja Ke 1

Respons Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap Akses Pendidikan Anak di Desa Santan Ulu

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah merespons isu mengenai akses pendidikan anak-anak di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu. Masalah ini menarik perhatian Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang langsung mengambil tindakan untuk memastikan kebutuhan infrastruktur transportasi yang aman bagi siswa sekolah dasar.

Bupati Aulia menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan camat setempat untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur yang diperlukan. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal dalam menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi anggaran daerah.

Kereta Gantung Katrol: Satu-Satunya Akses Transportasi

Selama ini, kereta gantung katrol yang dibangun secara swadaya oleh warga menjadi satu-satunya sarana transportasi bagi siswa SD 021 dan SD 024. Meski merupakan upaya kreatif masyarakat, sarana ini dinilai memiliki risiko keselamatan yang tinggi. Anak-anak harus melintasi sungai setiap hari untuk mencapai sekolah, yang berpotensi membahayakan mereka.

Sarana transportasi ini ditarik secara manual dan digunakan bergantian setiap hari sekolah. Meskipun demikian, keberadaannya tetap menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah karena dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran proses belajar mengajar.

Tindakan Konkret dari Pemerintah Daerah

Bupati Aulia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap masalah ini. Tim teknis telah diturunkan untuk melakukan kajian lapangan dan mitigasi risiko. Tujuannya adalah menentukan solusi yang paling efektif dan sesuai dengan kondisi anggaran saat ini.

“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan mitigasi dan memastikan langkah yang paling tepat. Mengingat kondisi anggaran saat ini, tentu setiap program harus tepat sasaran. Namun persoalan ini sudah masuk dalam monitoring kami dan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Perhatian Terhadap Wilayah Pesisir dan Pedalaman

Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah menunjukkan bahwa akses pendidikan di wilayah pesisir dan pedalaman Kutai Kartanegara menjadi prioritas utama. Faktor keselamatan anak-anak sekolah menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan dan program yang diterapkan.

Dalam konteks ini, pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih aman dan layak menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keselamatan masyarakat.

Kebutuhan Infrastruktur yang Lebih Baik

Pemkab Kukar berkomitmen untuk memastikan bahwa semua kebutuhan infrastruktur transportasi yang diperlukan dapat terpenuhi. Dengan adanya evaluasi teknis dan kajian mendalam, diharapkan dapat ditemukan solusi yang optimal dan berkelanjutan.

Salah satu kemungkinan solusi yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan jembatan atau sarana transportasi alternatif yang lebih aman. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko yang dihadapi oleh para siswa dan memberikan akses yang lebih baik menuju sekolah.

Kesimpulan

Permasalahan akses pendidikan di Desa Santan Ulu menjadi contoh nyata dari tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman. Pemerintah daerah melalui Bupati Aulia Rahman Basri menunjukkan komitmen yang kuat untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Dengan tindakan konkret dan langkah-langkah strategis, diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Pos terkait