Bupati Nganjuk Kunjungi Jalan Rusak di Desa Betat, Langsung Tindak Darurat

750xauto Jalan Menuju Desa Rusak Berat Warga Nekat Lewat Tepian Laut Sebagai Akses Alternatif Walau Berisiko 240426u
750xauto Jalan Menuju Desa Rusak Berat Warga Nekat Lewat Tepian Laut Sebagai Akses Alternatif Walau Berisiko 240426u

Bupati Nganjuk Turun Tangan Atas Keluhan Warga Jalan Rusak

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turun langsung meninjau kondisi jalan di Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot. Tindakan cepat ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga terkait kerusakan jalan yang cukup parah di kawasan tersebut.

Warga setempat bahkan menggelar aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. Aksi ini menjadi simbol peringatan bagi pemerintah agar segera memperhatikan kondisi jalan yang rusak. Bupati Nganjuk, yang akrab dipanggil Kang Marhaen, menyatakan bahwa kondisi jalan di Dusun Bandung, Desa Betet adalah salah satu yang paling memprihatinkan.

Setelah melakukan pengecekan, Bupati Marhaen menemukan bahwa jalan di kawasan tersebut mengalami kerusakan berat. Terdapat lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang bergelombang. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi jalan di kawasan Tanjunganom hingga Kampung Baru, yang relatif baik dan mulus.

“Saya keliling dari Tanjunganom hingga melewati Desa Kampung Baru, jalannya halus semua. Jalan di Dusun Badung, Desa Betet ini memang yang paling jelek,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).

Menurutnya, aksi protes warga melalui penanaman pohon pisang adalah hal yang wajar. Ia menilai tindakan tersebut sebagai cara simbolis untuk mengingatkan pemerintah akan kebutuhan perbaikan infrastruktur.

Penyebab Kerusakan Jalan

Bupati Marhaen menjelaskan bahwa kerusakan jalan di Dusun Bandung, Desa Betet disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, intensitas lalu-lalang kendaraan berat pengangkut batu bata yang tinggi. Area tersebut merupakan sentra industri batu bata, sehingga beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan desa mempercepat kerusakan lapisan aspal.

Kedua, kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal. Beberapa saluran air ditemukan tersumbat, sehingga air menggenang di badan jalan. Hal ini semakin memperparah kerusakan jalan.

“Aspal itu kalau sering tergenang air, seminggu, dua minggu, tiga minggu pasti habis (tergerus) lagi,” katanya.

Penanganan Darurat dan Solusi Jangka Panjang

Untuk menangani masalah ini, pihak pemerintah Kabupaten Nganjuk menetapkan penanganan kedaruratan melalui skema URCPJ (Unit Reaksi Cepat Pemeliharaan Jalan). Artinya, penanganan akan segera dilakukan dengan fokus pada pemulihan jalan agar dapat kembali digunakan secara aman oleh masyarakat.

Namun, penanganan darurat ini bersifat sementara dan bukan solusi jangka panjang. Untuk masa depan, pemerintah akan menyiapkan perbaikan permanen secara bertahap. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain overlay dan pembenahan sistem drainase, agar kerusakan tidak kembali terulang.

“Kami minta masyarakat bersabar. Kami akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak,” tambah Bupati Marhaen.

Langkah Bersama Masyarakat

Bupati Nganjuk menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap aspirasi warga. Ia berharap masyarakat dapat terus memberikan masukan dan dukungan dalam upaya perbaikan jalan yang lebih baik.

Dengan adanya aksi protes warga, diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan. Dengan begitu, kondisi jalan di Dusun Bandung, Desa Betet bisa segera pulih dan kembali layak digunakan.

Pos terkait