Operasi Tangkap Tangan di Pemkab Pekalongan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah. Dalam operasi ini, sebanyak delapan ruangan di Kantor Pemkab Pekalongan disegel. Salah satu yang terjaring dalam OTT tersebut adalah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Fadia Arafiq tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026) pukul 10.25 WIB. Menariknya, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut luput dari pantauan di pintu utama karena petugas menggiringnya melalui jalur belakang atau area basement.
Kabar penangkapan ini telah dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. “Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati. Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Hingga berita ini diturunkan, lembaga antirasuah belum memberikan keterangan resmi secara menyeluruh terkait detail operasi. Belum diketahui secara pasti siapa saja dan berapa banyak pihak yang turut terjaring dalam operasi tersebut bersama sang Bupati. Selain itu, detail konstruksi perkara mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi penangkapan ini juga belum diungkap ke publik.
Sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal. Rencananya, begitu para pihak yang terjerat OTT tersebut tiba di Gedung KPK, tim penyidik akan langsung melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum dari para terperiksa.
Daftar Ruangan yang Disegel
Sejumlah ruangan disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Selasa (3/3/2026). Pantauan Tribunjateng.com, berikut daftar ruangan yang disegel:
- Ruangan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dingkop-UKM) Kabupaten Pekalongan
- Satpol PP
- Bagian Umum
- Bagian Perekonomian
- Prokompim
- Dinperkim LH serta DPU dan Taru
- Kantor Bupati Pekalongan
- Kantor Sekda
Segel yang terpasang memuat tulisan “Masih dalam pengawasan KPK”.
Suasana Kantor Sunyi
Suasana di sekitar kantor yang berada di kompleks Pemkab Pekalongan terlihat sepi dan lengang. Aktivitas perkantoran berjalan seperti biasa tetapi sejumlah pegawai tampak enggan memberikan keterangan. Belum diketahui secara pasti siapa saja pihak-pihak yang diamankan dalam kegiatan tersebut.
Salah satu pejabat di lingkungan Dinkop-UKM yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya penyegelan tersebut. Namun, ia tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait kronologi maupun pihak yang terlibat. “Memang ada penyegelan di ruangan kepala dinas. Untuk detailnya, kami belum bisa menyampaikan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.
Adapun aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor tetap berjalan normal. Beberapa pegawai tetap menjalankan tugas seperti biasa meski situasi kantor terpantau lebih lengang dari hari biasanya.





