Kegiatan Panen Simbolis di Desa Noebaun
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, melakukan kegiatan panen simbolis di kebun milik BUMDES Noebaun. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, NTT. Dalam acara tersebut, Bupati TTU bersama sejumlah pihak memanen tanaman hortikultura yang terdiri dari sawi unggul dan sayur kol.
Tanaman-tanaman tersebut dibudidayakan oleh BUMDes Noebaun. Lokasi kebun tersebut berada di Kampung Oetium, RT 04, Dusun 2 Desa Noebaun. Selain Bupati TTU, hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala Dinas Pertanian TTU Chairel Malelak dan jajaran, Camat Noemuti Marianus Lopis, Kepala Desa Noebaun Siprianus Matias Tmeubam, serta ratusan warga Desa Noebaun.
Selain melakukan panen simbolis, Bupati Falent juga berkesempatan menanam anakan pohon jeruk. Ia juga memantau langsung lokasi peternakan ayam petelur milik Bumdes Noebaun. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Pemda TTU terus menegaskan komitmennya mendukung program ketahanan pangan.
Ia menekankan bahwa kehadirannya dalam kegiatan panen simbolis ini merupakan bagian dari dukungan penuh terhadap peningkatan produksi dan ekonomi masyarakat khususnya para petani di Kabupaten TTU. “Sayur yang dipanen adalah salah satu varietas sawi unggul yang namanya Sawi Kumbang dan sayur kol milik BUMDES Noebaun,” ujarnya.
Falentinus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan BUMDes Noebaun yang fokus di dunia pertanian khususnya pengembangan hortikultura. Hasil yang diperoleh dalam panen itu menjadi motivasi bagi petani yang lain. Ia juga meminta kelompok-kelompok tani di Desa Noebaun agar terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan edukasi agar produksi pertanian terus ditingkatkan.
Keberhasilan BUMDES Noebaun ini merupakan hasil kerja sama dan kekompakan semua anggota. Oleh karena itu, kekompakan, kekeluargaan dan kerja sama terus dijaga demi menunjang produktivitas pertanian ke depan.
Pengelolaan Lahan Pertanian oleh BUMDES Noebaun
Direktur BUMDES Noebaun, Valentinus Ninu menjelaskan bahwa pengolahan lahan pertanian ini bersumber dari 20 persen anggaran dana desa tahun anggaran 2025. BUMDes Noebaun menanam 12.000 pohon tanaman kol. Sementara Sawi Kumbang yang ditanam sebanyak 8.000 pohon. Saat ini mereka telah menanam 7.000 pohon dari 12.000 anakan lombok.
Valentino menerangkan bahwa biasanya mereka menjual hasil pertanian tersebut kepada pedagang di pasar. Mayoritas pedagang membeli langsung di kebun itu. Hal ini menunjukkan bahwa BUMDES Noebaun memiliki strategi yang baik dalam menjual hasil pertanian mereka.
Strategi Pemasaran dan Produksi
Dalam menjalankan operasionalnya, BUMDES Noebaun memiliki strategi pemasaran yang efektif. Mereka menjual produk pertanian langsung ke pasar dengan memperhatikan kualitas dan harga yang kompetitif. Pedagang-pedagang lokal sering kali datang langsung ke kebun untuk membeli hasil pertanian BUMDES Noebaun. Ini membantu meningkatkan pendapatan petani dan memastikan bahwa hasil pertanian dapat tersalurkan dengan cepat.
Selain itu, BUMDES Noebaun juga aktif dalam mengembangkan teknologi pertanian modern. Mereka menggunakan metode budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, produksi pertanian dapat meningkat tanpa merusak lingkungan sekitar.
Peran BUMDES dalam Pembangunan Pertanian
BUMDES Noebaun memainkan peran penting dalam pembangunan pertanian di Kabupaten TTU. Melalui kegiatan-kegiatan seperti panen simbolis, BUMDES tidak hanya memberikan contoh nyata tentang pengembangan hortikultura, tetapi juga memotivasi petani lain untuk ikut berpartisipasi dalam program-program pemerintah daerah.
Dengan adanya BUMDES, petani memiliki akses yang lebih mudah terhadap sumber daya dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan produksi mereka. Hal ini sangat penting dalam upaya menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di wilayah TTU.





