WAROPEN – Pemerintah Kabupaten Waropen bersama masyarakat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-98 di Tanah Waren, pada hari Sabtu (28/2). Acara yang berlangsung dengan penuh kesan ini diselenggarakan di Tugu Pekabaran Injil, Kampung Waren, sebagai simbol titik awal misi penginjilan di wilayah tersebut hampir satu abad silam. Setiap tanggal 28 Februari menjadi momen penting bagi sejumlah kampung di Waropen, termasuk di Kampung Sanggei dan Gorfos, serta Kampung Paradoi Lama, di mana perayaan HUT Pekabaran Injil juga dilaksanakan. Di Kampung Paradoi Lama, ibadah yang sama juga diikuti oleh Wakil Bupati Waropen Yoel Boari.
Dari pantauan di Kampung Waren I, ibadah syukur ini dihadiri langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, didampingi oleh Ketua DPRK Waropen Yeneke Dipan, S.Sos, serta unsur pimpinan TNI/Polri dan tokoh masyarakat, termasuk mantan Bupati Waropen Dr. Yesaya Buinei, MM. Juga hadir sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan.
Dalam sambutannya, Bupati FX Mote menekankan bahwa masuknya Injil ke Tanah Waren merupakan jawaban bagi hati masyarakat yang membutuhkan kedamaian. Ia menegaskan bahwa tema perayaan tahun ini, yaitu pertobatan, bukanlah sebuah kelemahan.
“Pertobatan adalah keberanian untuk mengakui kekurangan diri sendiri dan sesama, keberanian memperbaiki diri, serta keberanian untuk mengampuni dan menerima sesama yang lain,” ujar Bupati Mote.
Perayaan yang Penuh Makna
Perayaan HUT Pekabaran Injil ke-98 di Tanah Waren tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga menjadi momen penting dalam menjaga semangat kebersamaan dan keharmonisan antar komunitas. Acara ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Beberapa hal yang menjadi fokus dalam acara ini antara lain:
-
Pertobatan sebagai bentuk keberanian
Pertobatan dianggap sebagai langkah penting dalam mencapai perubahan positif dalam diri individu maupun masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kasih sayang. -
Kehadiran tokoh-tokoh penting
Kehadiran tokoh-tokoh seperti Bupati, Wakil Bupati, dan para pemimpin daerah menunjukkan betapa pentingnya perayaan ini dalam konteks kehidupan masyarakat Waropen. Mereka turut serta dalam prosesi ibadah dan memberikan dukungan terhadap nilai-nilai spiritual yang dianut oleh masyarakat setempat. -
Partisipasi aktif masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat luar biasa, baik dari kalangan pemuda, perempuan, maupun tokoh adat. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Waropen.
Keberlanjutan Nilai-Nilai Spiritual
Perayaan HUT Pekabaran Injil ke-98 di Tanah Waren menjadi bukti bahwa nilai-nilai spiritual masih tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat. Dengan memperingati peristiwa penting ini, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan, saling menghormati, dan bekerja sama dalam membangun lingkungan yang harmonis.
Selain itu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun waktu terus berjalan, nilai-nilai yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu harus tetap dijaga dan dilestarikan. Dengan demikian, perayaan HUT Pekabaran Injil tidak hanya menjadi momen kenangan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memperkuat fondasi spiritual masyarakat Waropen.





