Bus PO di Terminal Kalideres Keluhkan Penumpang Sepi Saat Puasa Ramadan

5dfce8631239c
5dfce8631239c

Kondisi Terminal Kalideres yang Sepi Selama Ramadan

Sejumlah perusahaan otobus (PO) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, mengeluhkan penurunan jumlah penumpang pada minggu kedua Ramadan. Kondisi ini terasa jauh lebih sepi dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19. Penjualan tiket tujuan Sumatera masih minim, meskipun harga tiket berada pada kisaran normal, yaitu antara Rp480 ribu hingga Rp1 juta.

Pengalaman Pegawai PO

Siswanto, salah satu pegawai dari sebuah PO Bus, menjelaskan bahwa kondisi penumpang di Terminal Kalideres tidak seramai seperti sebelumnya. Ia mengatakan bahwa biasanya, sejak minggu pertama puasa, banyak penumpang yang pulang ke kampung halamannya dari terminal ini. Namun, saat ini situasinya berbeda.

Ia menghabiskan waktu sejak pagi hari hanya duduk di depan loket menunggu penumpang datang membeli tiket. Sesekali, ia berkeliling di dalam terminal untuk mencari calon penumpang agar penjualan tiket hari ini bisa meningkat.

“Kalau dulu, menjelang Lebaran, terminal sudah ramai jauh-jauh hari. Lihat saja jelang lebaran Idulfitri, pasti enggak seramai tahun sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Harga Tiket dan Penurunan Penumpang

Harga tiket di minggu kedua puasa Ramadan masih terbilang normal, berkisar antara Rp480 ribu hingga Rp1 juta. Siswanto mengungkapkan bahwa pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 lalu, terminal ini juga mengalami penurunan jumlah penumpang.

Dugaan penurunan jumlah penumpang ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah maraknya terminal bayangan yang belum ditertibkan oleh Dinas Perhubungan. Selain itu, masyarakat juga mengalami kesulitan ekonomi yang memengaruhi keputusan untuk melakukan perjalanan.

Faktor Ekonomi dan Terminal Bayangan

Siswanto menyatakan bahwa ekonomi masyarakat saat ini tidak stabil. Hal ini turut berdampak pada pengurangan jumlah penumpang di terminal. Masyarakat cenderung lebih memilih untuk tidak melakukan perjalanan atau membatasi keperluan transportasi mereka.

Selain itu, adanya terminal bayangan yang belum ditindaklanjuti oleh pihak berwenang juga menjadi salah satu penyebab penurunan jumlah penumpang. Terminal-terminal ini beroperasi tanpa izin resmi dan sering kali menawarkan harga tiket yang lebih murah, sehingga menarik minat penumpang.

Harapan untuk Peningkatan

Meski situasi saat ini cukup menantang, para pengusaha PO tetap berharap adanya peningkatan jumlah penumpang di minggu-minggu berikutnya. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera menertibkan terminal bayangan serta memberikan dukungan ekonomi kepada masyarakat agar bisa kembali melakukan perjalanan dengan nyaman.

Peningkatan jumlah penumpang di Terminal Kalideres akan sangat berdampak pada perekonomian para pengusaha PO dan juga masyarakat yang membutuhkan transportasi untuk kembali ke kampung halaman.


Pos terkait