Peringkat Otomotif Dunia Tahun 2025
Peringkat otomotif dunia tahun 2025 telah dirilis dan menunjukkan perubahan signifikan dalam posisi pabrikan mobil global. Dalam daftar tersebut, tiga pabrikan asal China berhasil masuk ke dalam 10 besar dunia. Empat posisi teratas masih dikuasai oleh Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors.
Stellantis Group berada di posisi kelima dengan penjualan lebih dari 5,4 juta unit. Kenaikan penjualan sebesar 11 persen secara tahunan pada paruh kedua 2025 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong posisi mereka. Di sisi lain, tiga merek China yakni BYD, SAIC, dan Geely Holdings berhasil meningkatkan peringkatnya. Sayangnya, Nissan terlempar dari 10 besar.
BYD menunjukkan performa solid meski sempat mengalami fluktuasi penjualan. Sepanjang 2025, BYD mencatatkan penjualan sebanyak 4,602 juta unit dan menempati posisi keenam dunia. Dari jumlah tersebut, penjualan mobil listrik murni mencapai 2,2567 juta unit atau tumbuh 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini membuat BYD melampaui Tesla dan untuk pertama kalinya menjadi pemimpin global dalam penjualan kendaraan listrik.
Media China CLS melaporkan bahwa dukungan pemerintah berperan besar dalam lonjakan kinerja industri otomotif Negeri Tirai Bambu. Data Kementerian Keuangan China menyebutkan program tukar tambah kendaraan menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan (sekitar 380 miliar dolar AS) sepanjang 2025, melibatkan sekitar 360 juta konsumen. Total kendaraan yang ditukar tambah melampaui 11,5 juta unit, dengan hampir 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru.
Penguatan posisi China, baik di pasar domestik maupun internasional, turut mendorong perubahan peringkat global. Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China secara global mencapai 40 persen pada November dan bertahan di 37 persen pada Desember 2025. Sepanjang tahun, pangsa pasar China menyentuh 35,6 persen, naik dari 34,2 persen pada 2024.
Dalam daftar produsen, SAIC dan Geely berhasil melampaui Ford serta Honda. Geely bahkan mencatat pertumbuhan selama lima tahun berturut-turut dan untuk pertama kalinya menembus penjualan lebih dari 4 juta unit dalam setahun. Ekspansi ke pasar luar negeri juga menunjukkan hasil positif. Penjualan BYD di luar China mencapai 1,05 juta unit atau melonjak 145 persen secara tahunan. SAIC pun membukukan penjualan internasional 1,071 juta unit, naik 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM), produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, sementara penjualan menyentuh 34,4 juta unit. Angka tersebut masing-masing tumbuh 10,4 persen dan 9,4 persen ketmbang tahun sebelumnya. Pencapaian ini sekaligus memperpanjang posisi China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut.
Produksi dan penjualan kendaraan energi baru melampaui 16 juta unit, menyumbang lebih dari 50 persen total penjualan mobil baru di dalam negeri. Sementara itu, ekspor otomotif China menembus lebih dari 7 juta unit, menjadikannya eksportir kendaraan terbesar di dunia. Khusus ekspor kendaraan energi baru, volumenya mencapai 2,615 juta unit atau dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
CEO Global Volkswagen Group, Oliver Blume, yang mendampingi Kanselir Jerman dalam kunjungan ke China pada 25 Februari, menegaskan pentingnya peran China dalam industri otomotif global. Menurutnya, China bukan sekadar pasar penjualan, tetapi juga pusat inovasi dan mitra teknologi utama. Ia menilai China memimpin perkembangan di bidang elektrifikasi, perangkat lunak, kecerdasan buatan, serta teknologi baterai, sekaligus menjadi penentu standar industri secara global.





