Perayaan Cap Go Meh dan Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026
Pada tanggal 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia akan menyaksikan dua momen penting yang sangat istimewa. Pertama adalah perayaan Cap Go Meh, yang merupakan hari ke-15 sekaligus penutup dari Tahun Baru Imlek. Kedua, fenomena langit berupa gerhana bulan total yang bisa dilihat langsung di Indonesia. Kombinasi antara budaya dan astronomi ini jarang terjadi, sehingga menawarkan pengalaman yang luar biasa.
Cap Go Meh, atau yang dikenal dengan Yuanxiao Jie dalam tradisi Tionghoa, identik dengan lampion, doa syukur, serta warna merah sebagai simbol keberuntungan. Di kota-kota seperti Singkawang, Pontianak, dan Medan, perayaan ini selalu dirayakan dengan arak-arakan budaya dan sembahyang di klenteng. Pada tahun ini, kegembiraan tersebut akan semakin terasa karena masyarakat juga bisa menyaksikan gerhana bulan total secara langsung.
Menurut informasi resmi dari BMKG melalui Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Dr. A. Fachri Radjab, waktu terbaik untuk mengamati gerhana bulan total adalah pada pukul 18:03:56 WIB hingga 19:03:23 WIB, dengan kondisi langit cerah. Selama fase ini, Bulan akan memasuki fase totalitas, yaitu ketika seluruh permukaannya tertutup oleh bayangan inti Bumi. Saat gerhana bulan total terjadi, Bulan tidak benar-benar menghilang. Sebaliknya, ia akan tampak berwarna merah tembaga.

Fenomena ini sering disebut sebagai “Blood Moon”. Warna merah muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami proses hamburan. Cahaya biru lebih banyak tersebar oleh partikel udara, sedangkan cahaya merah tetap lolos dan dibiaskan menuju permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan terlihat kemerahan. Menariknya, warna merah pada Bulan seolah menyatu dengan simbol utama Cap Go Meh. Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan energi positif. Ketika Bulan berubah menjadi merah tepat di malam perayaan, suasana akan terasa semakin sakral sekaligus dramatis. Langit dan tradisi budaya seakan berpadu dalam satu panggung semesta.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa budaya dan sains dapat berjalan beriringan. Cap Go Meh merayakan harapan dan kebersamaan, sementara gerhana bulan total mengajarkan kita tentang keteraturan alam semesta. Pada 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga diajak menengadah ke langit, menyaksikan keindahan kosmik yang jarang terulang dalam momen seistimewa ini.
Ritual Doa dalam Perayaan Cap Go Meh
Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Pada momen ini, umat Tionghoa melaksanakan sembahyang syukur sekaligus ritual tolak bala. Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas berkah yang telah diterima, serta permohonan agar dijauhkan dari kesialan, penyakit, dan musibah di tahun yang baru. Perayaan ini bukan hanya tentang kemeriahan lampion dan atraksi budaya, tetapi juga sarat makna spiritual.
Keluarga berkumpul untuk berdoa bersama, mempererat hubungan, dan memperkuat harapan akan kehidupan yang lebih baik. Salah satu ritual utama adalah sembahyang di rumah atau di kelenteng. Persembahan yang disiapkan biasanya berupa aneka makanan, buah-buahan, serta kue keranjang atau nian gao yang melambangkan harapan agar rezeki semakin meningkat dan kehidupan terasa manis sepanjang tahun. Doa dilakukan dengan khusyuk sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa dan leluhur.
Selain itu, kirab lampion, atraksi liong (tarian naga), dan barongsai turut meramaikan suasana. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi dipercaya sebagai simbol pengusiran energi negatif dan pembawa keberuntungan. Suara tabuhan genderang dan gemerlap lampion menciptakan suasana sakral sekaligus penuh semangat. Tradisi makan bersama juga menjadi bagian penting. Hidangan seperti lontong Cap Go Meh atau bakpao disajikan sebagai simbol kebersamaan dan harapan panen yang baik. Kebersamaan saat makan dipercaya memperkuat keharmonisan keluarga.
Rincian Fase Gerhana Bulan Total di Seluruh Indonesia
Berdasarkan data BMKG, berikut waktu lengkap setiap fase Gerhana Bulan Total 3 Maret mendatang:
- Gerhana Penumbra Mulai (P1)
- WIB: 15.42.44
- WITA: 16.42.44
-
WIT: 17.42.44
-
Gerhana Sebagian Mulai (U1)
- WIB: 16.49.46
- WITA: 17.49.46
-
WIT: 18.49.46
-
Gerhana Total Mulai (U2)
- WIB: 18.03.56
- WITA: 19.03.56
-
WIT: 20.03.56
-
Puncak Gerhana
- WIB: 18.33.39
- WITA: 19.33.39
-
WIT: 20.33.39
-
Gerhana Total Berakhir (U3)
- WIB: 19.03.23
- WITA: 20.03.23
-
WIT: 21.03.23
-
Gerhana Sebagian Berakhir (U4)
- WIB: 20.17.33
- WITA: 21.17.33
-
WIT: 22.17.33
-
Gerhana Penumbra Berakhir (P4)
- WIB: 21.24.35
- WITA: 22.24.35
- WIT: 23.24.35





