Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kelenteng Sijuk Akan Berlangsung Meriah
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kelenteng Sijuk akan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat dan pengunjung. Acara ini dipastikan berlangsung dengan meriah, ditandai oleh ribuan lampion yang ditempatkan di sekitar kelenteng serta tata lampu yang menambah kesan magis. Pesta kembang api juga akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang digelar pada malam hari hingga menjelang tengah malam.
Panitia penyelenggara telah mempersiapkan berbagai hadiah menarik seperti satu unit motor dan angpao dengan nilai jutaan rupiah. Selain itu, mereka juga mengundang penyanyi Mandarin terbaik di Indonesia untuk memeriahkan perayaan. Menurut Sekretaris Yayasan Kelenteng Sijuk, Ayie Gardianysah, acara ini semakin meriah setiap tahunnya sejak kepengurusan di bawah kepemimpinan Bapak Ationg. “Donatur juga terus bertambah, sehingga kami bisa menyajikan acara yang lebih baik,” ujarnya.
Ayie menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan penutup dari rangkaian perayaan Imlek yang berlangsung selama 15 hari. Setelah perayaan ini, umat Tiong Hoa akan kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasanya. “Setelah itu kita kembali ke profesi masing-masing, yang kerja kembali kerja, guru kembali mengajar, siswa kembali ke sekolah,” tambahnya.
Secara tradisi, Cap Go Meh awalnya merupakan adat masyarakat Tionghoa yang kemudian diadopsi dalam ritual keagamaan. Dengan waktu berlalu, ritual ini menjadi bagian dari kegiatan keagamaan. “Intinya adalah malam ibadah, berdoa dan bersyukur bahwa tahun ini kita lewati dengan baik,” katanya.
Persiapan perayaan dimulai dengan pembersihan rumah ibadah, dilanjutkan dengan sembahyang, hiburan, serta makan malam bersama. Puncak perayaan akan digelar pada malam Selasa untuk menyambut hari Cap Go Meh yang jatuh pada Rabu. Karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, panitia melakukan penyesuaian jadwal sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim. “Ibadah di kelenteng tetap berjalan, hanya hiburannya saja yang menunggu setelah taraweh. Ini bentuk penghormatan kami terhadap Ramadan,” ungkap Ayie.
Sejak perayaan Imlek lalu, Kelenteng Sijuk telah dihias dengan pemasangan lighting oleh konsultan khusus. Tak hanya itu, sekitar 2.000 lampion dipasang mulai dari area kelenteng, panggung hiburan, jembatan hingga jalan sekitar. Hal ini mencerminkan usaha besar untuk menciptakan suasana yang indah dan menarik bagi para pengunjung.
Perayaan tahun ini merupakan Cap Go Meh keempat yang digelar di Kelenteng Sijuk dan menjadi perayaan ketiga sejak renovasi kelenteng dilakukan. Menurut Ayie, hingga saat ini Kelenteng Sijuk terus berbenah bukan hanya sebagai rumah ibadah, tapi juga destinasi wisata di Kecamatan Sijuk.
Rangkaian Acara yang Menarik
Beberapa hal yang akan disajikan dalam perayaan Cap Go Meh 2026 antara lain:
- Hiburan musik dan tarian tradisional
- Pameran seni dan budaya lokal
- Pengundian doorprize dengan hadiah menarik
- Pesta kembang api yang spektakuler
- Aktivitas keagamaan seperti doa dan sembahyang
Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Tiong Hoa yang tersedia di sekitar lokasi acara. Acara ini diharapkan mampu menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga setempat maupun wisatawan.
Penyesuaian Jadwal untuk Menghormati Ramadan
Karena Cap Go Meh 2026 jatuh pada bulan Ramadan, panitia membuat penyesuaian dalam jadwal acara. Meskipun ibadah di kelenteng tetap berjalan seperti biasa, hiburan akan dijadwalkan setelah sholat tarawih. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang sedang menjalani puasa.
Keberlanjutan dan Pengembangan Kelenteng Sijuk
Kelenteng Sijuk tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik. Sejak renovasi dilakukan, struktur bangunan dan fasilitas di dalamnya terus diperbaiki. Hal ini menunjukkan komitmen panitia untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Dengan adanya perayaan Cap Go Meh yang semakin meriah, Kelenteng Sijuk diharapkan mampu menjadi ikon budaya dan religius di wilayah Kecamatan Sijuk. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tiong Hoa kepada masyarakat luas.





