Emosi yang Mungkin Dirasakan Selama Perawatan Kesuburan
Menjaga kesehatan mental selama perawatan kesuburan adalah salah satu hal terpenting dalam proses menjadi orang tua. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari berbagai pemicu stres dapat mengurangi tingkat keberhasilan kehamilan. Selama program hamil, Mama mungkin merasakan berbagai emosi yang bisa sangat intens. Berikut beberapa emosi yang umum dialami selama perawatan kesuburan:
Depresi
Selama proses perawatan kesuburan, Mama mungkin lebih rentan mengalami depresi. Rasa putus asa dan ketidakpastian masa depan bisa memengaruhi suasana hati secara signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama perawatan infertilitas, semakin tinggi risiko mengalami gejala depresi.
Kecemasan
Kecemasan adalah perasaan takut yang luar biasa. Saat menjalani perawatan kesuburan, Mama mungkin sulit mengendalikan kekhawatiran. Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa orang dengan satu kegagalan pengobatan memiliki tingkat kecemasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami kegagalan.
Lekas Marah
Perasaan mudah tersinggung dan marah juga sering muncul selama perawatan kesuburan. Proses medis yang berulang dan ketidakpastian bisa membuat Mama merasa rentan dan tidak berdaya, yang pada akhirnya memicu iritabilitas dan kemarahan.
Cemburu
Mama mungkin merasa cemburu saat melihat orang lain yang berhasil memiliki anak. Perasaan ini bisa menyakitkan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya keinginan untuk memiliki keturunan bagi Mama. Mengakui perasaan ini dan memahami akar masalahnya adalah langkah penting dalam mengelola emosi sulit ini.
Duka
Terkadang, perawatan kesuburan bisa menyebabkan rasa duka, seperti keguguran atau siklus IVF yang gagal. Rasa kehilangan ini bisa sangat menguras energi mental dan emosional.
Isolasi
Bersamaan dengan perasaan depresi, kecemasan, lekas marah, cemburu, dan kesedihan, Mama mungkin merasa terisolasi dan sendirian. Ini bisa memperparah rasa stres dan kesedihan yang sudah ada.
Bagaimana Emosi Memengaruhi Papa?
Meskipun perawatan kesuburan lebih sering dikaitkan dengan wanita, para pria juga terpengaruh secara emosional. Dalam sebuah studi tahun 2016 di California, sebanyak 56,5 persen perempuan dan 32,1 persen laki-laki yang menjalani perawatan kesuburan melaporkan gejala depresi. Sementara itu, 75,9 persen perempuan dan 60,6 persen laki-laki mengalami gejala kecemasan. Perasaan mudah tersinggung, cemburu, sedih, dan terasing juga bisa dialami oleh kedua pasangan.

Terapi Perilaku Kognitif saat Perawatan Kesuburan
Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah bentuk psikoterapi yang menekankan peran pikiran dalam membentuk perasaan dan tindakan. Dengan CBT, Mama belajar untuk menantang pola pikir negatif seperti “Saya tidak akan pernah punya bayi” atau “ketidaksuburan adalah kesalahan saya”. Dengan cara ini, Mama bisa mengganti pikiran-pikiran tersebut dengan yang lebih positif dan bermanfaat.

Teknik Relaksasi yang Dapat Dilakukan saat Perawatan Kesuburan
Teknik relaksasi bisa sangat efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan selama perawatan kesuburan. Berikut beberapa teknik yang bisa dicoba:
-
Mindfulness
Mindfulness adalah proses mengamati saat ini tanpa menghakimi. Ini mengajarkan Mama untuk menyadari segala sensasi atau perasaan, lalu memperluas kesadaran ini untuk mengatur emosi dan pikiran. Penelitian menunjukkan bahwa mindfulness bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada terapi lain untuk stres kesuburan karena menyentuh spektrum masalah psikologis yang lebih luas. -
Yoga
Yoga menggabungkan postur fisik dan latihan pernapasan untuk menciptakan pengalaman meditatif dan santai. Latihan ini bisa membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. -
Citra yang dipandu
Ini seperti lamunan yang dipandu oleh terapis. Gambarannya mungkin tentang bernapas dalam warna tertentu atau berada di tempat yang tenang dan damai. -
Menulis
Uji klinis menunjukkan bahwa tulisan ekspresif, seperti jurnal dan buku harian syukur, bisa membantu mengurangi gejala depresi meski tidak secara signifikan mengurangi kecemasan dan tekanan terkait infertilitas.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Mental
Mama mungkin merasakan berbagai emosi selama perawatan kesuburan. Apa pun yang Mama rasakan, itu bukanlah hal yang salah. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi stres, seperti meditasi, menulis jurnal, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang membuat Mama bahagia. Jika Mama mengalami depresi, kecemasan, atau emosi sulit lainnya, jangan ragu untuk mencari bantuan. Mama tidak harus melalui semua ini sendirian.




