Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026, Polres Kutai Timur Lakukan Ramp Check Bus Karyawan
Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi fokus utama kepolisian di wilayah Kutai Timur. Salah satu langkah yang dilakukan adalah ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan terhadap bus angkutan karyawan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa liburan Idulfitri 1447 Hijriah.
Ramp check dilaksanakan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang berlangsung di wilayah hukum Kabupaten Kutai Timur. Fokus pemeriksaan tidak hanya terbatas pada kendaraan umum dan travel, tetapi juga armada bus angkutan karyawan yang memiliki mobilitas tinggi, terutama menjelang cuti bersama.
Target Zero Kecelakaan
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pihaknya menargetkan zero laka lantas selama arus mudik dan balik Lebaran. Ia menyatakan bahwa seluruh kendaraan, termasuk bus angkutan karyawan, akan diperiksa secara menyeluruh.
“Kami menargetkan zero laka lantas selama arus mudik dan balik. Untuk itu, tidak hanya travel dan kendaraan umum, bus angkutan karyawan juga kami periksa secara menyeluruh,” ujar Kapolres.
Fauzan menjelaskan bahwa bus angkutan karyawan memiliki karakteristik risiko yang cukup tinggi. Selain kapasitas penumpang yang besar, armada ini seringkali menempuh rute perjalanan yang jauh dengan kondisi medan jalan yang beragam di wilayah Kutim. Oleh karena itu, pemeriksaan kelaikan kendaraan sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Pemeriksaan Mendetail Komponen Kendaraan
Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan mendetail terhadap setiap komponen teknis kendaraan. Fokus utama pemeriksaan meliputi:
- Fungsi sistem pengereman
- Kelaikan ban
- Lampu penerangan
- Fungsi kaca spion
- Kelengkapan administrasi surat-menyurat kendaraan dan izin mengemudi
“Kami ingin memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi benar-benar layak jalan. Jangan sampai ada kelalaian yang berujung pada kecelakaan,” tambah Kapolres.
Perhatian Terhadap Faktor Manusia
Selain aspek teknis kendaraan, faktor manusia juga menjadi perhatian utama pihak kepolisian. Para sopir bus diingatkan untuk selalu menjaga kondisi kebugaran dan tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk atau kelelahan demi keselamatan bersama.
Pihak Polres Kutim juga melayangkan imbauan resmi kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sangatta dan sekitarnya agar lebih disiplin dalam melakukan perawatan rutin armada. Perusahaan diminta bertanggung jawab penuh terhadap kompetensi dan kesehatan fisik para pengemudi mereka.
“Kami juga memberikan edukasi kepada sopir agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah,” pungkas Kapolres.





