Upaya Pencegahan Keracunan Makanan di Sekolah
Pemerintah Kota Pekalongan terus memperkuat upaya pencegahan kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan sosialisasi dan pembekalan bagi penjamah makanan di empat sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di kota tersebut.
Kegiatan ini melibatkan guru pembina kantin dan pengelola kantin dari SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 4 Pekalongan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan standar keamanan dan higiene pangan di kantin sekolah terpenuhi.
Pembinaan Sekolah Sehat
Sosialisasi ini menjadi bagian dari program pembinaan sekolah sehat, khususnya dalam aspek kantin sehat. Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh, menjelaskan bahwa edukasi kepada penjamah makanan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan makanan yang tidak sesuai standar dapat berisiko terhadap kesehatan siswa. “Dalam rangka meningkatkan pembinaan sekolah sehat, salah satu unsurnya adalah kantin sehat. Karena itu diperlukan edukasi dan pembinaan berkelanjutan kepada guru pembina dan pengelola kantin,” ujarnya.
Penjamah makanan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan pangan di sekolah. Kesalahan dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun penyajian makanan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk keracunan pangan.
Materi Sosialisasi
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan dan regulasi pengelolaan pangan, jenis-jenis cemaran pada makanan dan cara pencegahannya, standar kebersihan tempat dan peralatan, penerapan personal higiene, serta tahapan pengolahan pangan yang higienis dan aman.
Selain itu, kegiatan ini juga tidak terlepas dari inisiatif program Sakpore Berhias yang digagas oleh SMKN 2. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, asri, dan sehat.
Kolaborasi dan Kepatuhan
Sejak diinisiasi, pembinaan pengelola kantin dilakukan secara berkala, baik secara mandiri oleh sekolah maupun melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat. Maysaroh menegaskan, target utama dari pembekalan ini adalah agar seluruh kantin sekolah mampu memenuhi standar kelayakan tempat pengolahan, kebersihan alat, kompetensi penjamah makanan, serta mutu dan keamanan bahan pangan.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan standar penjamah pangan terpenuhi. Harapannya, prinsip keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di setiap kantin sekolah,” tegasnya.
Hasil yang Diinginkan
Dengan pembekalan tersebut, diharapkan kantin sekolah tidak hanya menyediakan makanan yang lezat dan terjangkau, tetapi juga aman dan higienis. Hal ini akan mendukung terwujudnya generasi pelajar yang sehat dan berprestasi di Kota Pekalongan.





