Peran Ramadan dalam Memperkuat Persaudaraan
Ramadan bukan hanya bulan ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi dengan sesama. Pesan ini disampaikan oleh Ustaz Muyassir Arif, M.Pd, pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Manado, dalam acara buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang diadakan di Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara, Bumi Beringin, Manado, pada Senin (2/3/2026).
Di hadapan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, serta tokoh masyarakat dan segenap peserta acara, Ustaz Muyassir menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan komitmen persatuan. Ia mengatakan:
“Kita mengharapkan bertemu dengan Ramadan karena inilah bulan persaudaraan. Bulan komitmen persatuan.”
Ibadah puasa, menurutnya, memiliki esensi yang lebih dalam dari sekadar menjalankan ritual individu. Takwa tidak hanya diukur dari jumlah sujud atau panjangnya puasa, tetapi juga dari hubungan baik dengan sesama manusia.
“Orang bertakwa adalah mereka yang selain menjaga hubungan dengan Allah SWT, juga senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,” ujar Ustaz Muyassir.
Salah satu ciri dari ketakwaan adalah kedermawanan. Orang yang bertakwa gemar berinfak dan membantu sesama, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Ia mencontohkan ucapan Ibnu Masud, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sangat mencintai Al-Qur’an.
“Rasul Muhammad SAW adalah manusia paling dermawan, tapi kedermawanannya meningkat selama bulan Ramadan, lebih baik daripada angin yang berhembus,” jelas Ustaz Muyassir.
Menurutnya, makna “angin yang berhembus” adalah tidak pilih kasih. Ketika berbagi, tidak bertanya-tanya siapa yang pantas atau tidak pantas untuk diberi, serta tidak selektif dalam memberikan bantuan. Nabi Muhammad SAW memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan tanpa memandang agama.
“Ini adalah perwujudan dari Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Insaniyah,” tambahnya.
Untuk itu, Ustaz Muyassir mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momen berbagi, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip hadis riwayat Imam At-Tirmidzi mengenai besarnya pahala memberi makan orang yang berpuasa.
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun,” ujarnya.
Hadirin dalam Acara Buka Puasa Bersama
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Sekprov Sulut Denny Mangala, Politisi dan Tokoh Bolnong Raya Aditya Anugrah Moha, Anggota DPRD Sulut dari PDIP Ruslan Abdul Gani, Sulhan Manggabarani anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Selain itu, hadir pula para aktivis, sejumlah tokoh masyarakat, dan media seperti Baso Affandi, Pemred Tribun Manado Jumadi Mappaganro, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat serta ASN dan Pejabat di lingkup Pemprov Sulut.





