Chelsea Olivia Alami Haid Nonstop Selama 2 Bulan, Jalani 4 Operasi di Malaysia

Id 11134207 7rbk3 M6pkr2ueqvu52a 1
Id 11134207 7rbk3 M6pkr2ueqvu52a 1

Kondisi Kesehatan Chelsea Olivia yang Mengalami Haid Berkepanjangan

Chelsea Olivia, seorang artis ternama di Indonesia, mengungkapkan kondisi kesehatannya yang tidak biasa. Ia mengalami haid atau menstruasi selama dua bulan secara terus-menerus. Hal ini membuatnya harus segera mencari solusi medis untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi masalah tersebut.

Awal Mula Masalah Kesehatan

Awal dari permasalahan ini terjadi pada bulan Januari, saat Chelsea sedang mengalami menstruasi setelah pulang dari Jepang. Ia merasa bahwa kondisinya berbeda dari biasanya—sakit dan kram yang lebih kuat dari biasanya. Awalnya ia mengira hal ini wajar karena kelelahan setelah liburan. Namun, nyatanya kondisi tersebut tidak berhenti. Dalam waktu 10 hari, lalu 2 minggu, hingga memasuki 2 bulan, ia masih terus mengalami pendarahan.

Akhirnya, Chelsea memutuskan untuk kontrol ke dokter kandungan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa rahimnya dalam kondisi sehat dan banyak telur ditemukan. Ia hanya diberi obat hormon sebagai penyeimbang dan agar menstruasinya berhenti. Namun, konsumsi obat tersebut tidak berhasil mengubah kondisinya.

Pencarian Solusi Medis

Karena kondisi tidak membaik, Chelsea memilih untuk memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam. Pemeriksaan darah lengkap dilakukan, namun hasilnya baik-baik saja. Tidak ada masalah serius ditemukan, meskipun beberapa nilai darah rendah.

Ia kembali lagi ke dokter kandungan untuk melepas IUD. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa semua kondisi dalam keadaan baik. Rahim sehat, tidak ada miom atau kista. Namun, pertanyaan besar tetap muncul: mengapa menstruasi terus berlangsung?

Selama gangguan haid, Chelsea mengalami perubahan fisik seperti perut membengkak, kram, lemas, dan pusing. Perutnya juga tampak buncit dan berat badannya naik hingga 5 kg.

Pencarian Second Opinion di Malaysia

Untuk mencari jawaban, Chelsea memutuskan untuk mencari second opinion di Negeri Jiran, tepatnya di Island Hospital. Di sana, ditemukan adanya lingkaran putih di bagian leher rahim. Penyebab pendarahan tak kunjung berhenti adalah temuan tersebut.

Dr. Low Kah Pin, pihak medis di Island Hospital, menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa memastikan penyebab kondisi tersebut. Ketidakseimbangan hormon disebut bisa menyerang siapa saja, terutama wanita yang sudah melahirkan.

Saran untuk Para Wanita

Setelah mengalami proses panjang untuk menemukan solusi, Chelsea Olivia memberi saran kepada para wanita untuk rajin melakukan check up reproduksi setidaknya satu tahun sekali. Tes hormon juga sangat dianjurkan untuk dilakukan.

“Buat para wanita harus rajin check up yahh (papsmear, check up darah komplit 1 tahun 1x). Ini selalu aku lakukan, dan jika kamu merasa badanmu tidak bersahabat terus menerus ada baiknya langsung cari second opini ke profesional dan test Hormon (ini sangat membantu). Catat tanggal mens dan juga selesainya. Jadi kalo ada kejadian seperti ini aku gampang untuk track lebih lanjut!! lebih cepat lebih baik. We can do this girls,” kata dia.

Proses Operasi yang Dilakukan

Adapun wanita berusia 33 tahun itu dikabarkan menjalankan empat tahap operasi. Di antaranya hysteroscopy, polypectomy, D&C, dan Endometrial resection.

Hysteroscopy memvisualisasikan rahim, Polypectomy mengangkat polip, D&C mengikis lapisan rahim, dan Endometrial resection mengangkat lapisan rahim secara lebih dalam, sering dilakukan bersamaan. Keempat prosedur tersebut adalah tindakan medis minimal invasif untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan di dalam rahim tanpa sayatan luar.


Pos terkait