Chelsea Olivia Mengungkap Proses Pemulihan Setelah Operasi Kecil
Aktris ternama Chelsea Olivia kini sedang menjalani proses pemulihan setelah melakukan operasi kecil. Ia mengungkapkan kondisinya melalui akun Instagram pribadinya, di mana ia menceritakan pengalamannya selama beberapa bulan terakhir.
Chelsea menjelaskan bahwa dirinya menjalani empat tindakan medis, yaitu hysteroscopy, polypectomy, dilatasi dan kuretase (D&C), serta endometrial resection. Semua tindakan ini merupakan rangkaian prosedur ginekologi minim invasif yang dilakukan untuk memeriksa dan mengobati masalah dalam rahim melalui vagina tanpa perlu sayatan pada perut.
“Hai guys, terima kasih banyak untuk doa-doa kalian. Sekarang aku masih dalam proses pemulihan setelah operasi kecil, yaitu hysteroscopy, Polypectomy, D&C, Endometrial resection. Jika sudah lebih membaik nanti aku akan ceritakan kenapa bisa terjadi,” tulis Chelsea dalam unggahan terbarunya.
Awal Kondisi yang Tidak Biasa
Kondisi Chelsea berawal dari menstruasi yang lebih sakit dari biasanya. Pada Januari 2026, saat ia pulang dari Jepang, ia merasa nyeri dan kram yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Awalnya, ia mengira hal ini disebabkan oleh kelelahan setelah liburan. Namun, perdarahan yang dialaminya tidak berhenti selama dua bulan.
Setelah mengalami gejala tersebut, Chelsea memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn). Ia melakukan pemeriksaan hormon dan tes lainnya, namun hasilnya menunjukkan bahwa rahimnya sehat dan banyak telur ditemukan. Ia hanya diberi obat hormon sebagai penyeimbang dan untuk menghentikan perdarahan.
Namun, setelah minum obat selama 10 hari, kondisinya tidak kunjung membaik. Chelsea mengalami kelelahan, rasa sakit di perut semakin parah, dan mood yang naik-turun akibat efek samping obat.
Pemeriksaan Lebih Lanjut dan Kebingungan
Karena tidak ada perbaikan, Chelsea memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter internis. Pemeriksaan darah lengkap dilakukan, tetapi hasilnya kembali menunjukkan bahwa semua organ tubuhnya dalam kondisi baik, meskipun ada beberapa nilai rendah.
Ia kemudian kembali ke dokter obgyn untuk melepas IUD (Intrauterine Device) atau KB spiral. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa rahimnya sehat, tidak ada miom atau kista, dan jumlah telur cukup banyak.
Meski demikian, Chelsea masih bingung dengan kondisinya karena perdarahan yang tidak kunjung berhenti. Ia mencoba berbagai jenis obat dan berkonsultasi dengan tiga dokter berbeda, tetapi belum juga menemukan penyebab pasti.
Penemuan Polip pada Rahim
Pada akhirnya, setelah melakukan USG, ditemukan lingkaran putih yang menunjukkan adanya polip pada rahimnya. Dokter menjelaskan bahwa penyebab polip ini tidak sepenuhnya diketahui, tetapi bisa terjadi akibat ketidakseimbangan hormon, terutama pada wanita yang telah melahirkan atau memiliki faktor genetik.
Chelsea kemudian menjalani tindakan operasi kecil untuk mengangkat polip tersebut. Ia diminta untuk tidak khawatir karena kondisinya akan segera teratasi.
Perubahan Fisik dan Pemulihan
Selama dua bulan, berat badannya meningkat hampir 5 kilogram. Ia juga merasa lemas, kram, dan terkadang disertai pusing. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga semangat dan memberikan update tentang kondisinya melalui media sosial.




