Chelsea Olivia Operasi Rahim di Malaysia, Haid 2 Bulan Tak Berhenti dan Perut Buncit

Aa1xmb3q 1
Aa1xmb3q 1

Pengalaman Chelsea Olivia Saat Menghadapi Masalah Kesehatan Reproduksi

Chelsea Olivia, aktris ternama Indonesia, mengalami kondisi yang tidak biasa selama dua bulan terakhir. Ia mengalami perdarahan menstruasi yang tidak kunjung berhenti, sehingga memaksa dirinya untuk segera memeriksakan kesehatannya ke dokter. Proses pemeriksaan tersebut membawa Chelsea pada beberapa prosedur medis yang harus ia lakukan.

Empat Prosedur Medis yang Harus Dijalani

Dalam pengalamannya, Chelsea Olivia menjalani empat prosedur medis sekaligus, yaitu hysteroscopy, polypectomy, D&C, dan endometrial resection. Keempat tindakan ini merupakan prosedur minimal invasif yang bertujuan untuk memeriksa sekaligus menangani kelainan di dalam rahim tanpa memerlukan sayatan luar.

  • Hysteroscopy dilakukan untuk melihat kondisi rahim secara langsung.
  • Polypectomy digunakan untuk mengangkat polip.
  • D&C (Dilation and Curettage) bertujuan untuk mengikis lapisan rahim.
  • Endometrial resection dilakukan untuk mengangkat lapisan rahim lebih dalam.

Prosedur-prosedur ini kerap dilakukan secara bersamaan sesuai kebutuhan medis pasien. Chelsea menjalani operasi tersebut di Malaysia pada akhir Februari 2026.

Awal Mula Kondisi yang Tidak Biasa

Kondisi yang dialami Chelsea bermula pada bulan Januari saat ia sedang menstruasi. Rasa sakit dan kram yang ia alami lebih kuat dari biasanya. Awalnya ia mengira hal itu wajar karena kelelahan setelah liburan. Namun, perdarahan tidak berhenti dan terus berlangsung selama dua bulan.

Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan, ditemukan bahwa Chelsea mengalami gangguan hormon. Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa rahimnya sehat dan banyak telur ditemukan, ia tetap mengalami perdarahan yang tidak kunjung berhenti.

Perubahan Fisik dan Pencarian Solusi

Selama masa gangguan haid, Chelsea mengalami perubahan fisik seperti perut yang membengkak, kram, lemas, dan pusing. Berat badannya juga naik hingga 5 kg. Akibatnya, ia merasa sangat khawatir dan memutuskan untuk mencari solusi lebih lanjut.

Ia mencoba konsumsi obat hormon yang diberikan oleh dokter, namun tidak ada perbaikan. Chelsea kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam, tetapi hasilnya tetap baik. Ia kembali ke dokter kandungan untuk melepas IUD, dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua kondisi dalam keadaan baik.

Penyebab Tak Terduga dan Solusi Medis

Setelah beberapa kali pemeriksaan, Chelsea akhirnya mendapatkan jawaban dari dokter di Island Hospital, Malaysia. Dokter Dr. Low Kah Pin menyebutkan bahwa penyebab utamanya adalah adanya lingkaran putih di bagian leher rahim. Meskipun tidak bisa dipastikan penyebab pastinya, ketidakseimbangan hormon disebut sebagai faktor utama.

“Jadi pertanyaan kenapa dok?? Apakah pola makanku yang salah? Kurang olahraga? Atau apa? Jawabannya satu… Tidak ada yang bisa memastikan, karena imbalance hormon bisa terjadi pada semua orang (apalagi yang sudah melahirkan) dan faktor genetik-ku,” ujar Chelsea.

Saran untuk Para Wanita

Setelah menjalani prosedur medis, Chelsea Olivia kini berada dalam masa pemulihan. Ia memberi saran kepada para wanita untuk rajin melakukan pemeriksaan reproduksi setidaknya satu tahun sekali. Tes hormon juga sangat dianjurkan untuk dilakukan.

“Buat para wanita harus rajin check up yahh (papsmear, check up darah komplit 1 tahun 1x). Ini selalu aku lakukan, dan jika kamu merasa badanmu tidak bersahabat terus menerus, ada baiknya langsung cari second opini ke profesional dan test Hormon (ini sangat membantu). Catat tanggal mens dan juga selesainya. Jadi kalo ada kejadian seperti ini aku gampang untuk track lebih lanjut!! Lebih cepat lebih baik.”

Pos terkait