Curanmor Naik 11,7 Persen, Polri Perketat Patroli Jelang Mudik 2026

Aa1w2hqm 3
Aa1w2hqm 3



Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencatat sebanyak 3.928 kasus kejahatan yang terjadi menjelang mudik tahun 2025. Meskipun angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Polri tetap memberi perhatian khusus terhadap potensi kerawanan, terutama menjelang arus mudik.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolri saat Rapat Koordinasi Operasi Ketupat 2026 di Auditorium PTIK pada Senin (3/2). Ia menjelaskan bahwa meski jumlah kasus kejahatan menurun, polisi tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin muncul.

“Selanjutnya terkait dengan kerawanan kejahatan, ini juga menjadi perhatian kita. Walaupun terjadi penurunan kemarin di tahun 2025, ada 3.928 kasus kejahatan yang terjadi,” ujar Sigit.

Ia merinci jenis-jenis tindak pidana yang paling sering terjadi. Pencurian dengan pemberatan (curat) masih menjadi tindak pidana dengan jumlah tertinggi. Diikuti oleh pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (curas). Khusus curanmor, Sigit menyebut terjadi kenaikan cukup signifikan.

“Namun demikian, Curat (Pencurian dengan Pemberatan) masih menempati angka tertinggi, diikuti pencurian biasa. Kemudian berikutnya Curanmor dan Curas,” jelas Sigit.

Curanmor mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen. Oleh karena itu, di tahun ini diharapkan angka-angka ini bisa dijaga agar semuanya bisa turun.



Menghadapi kondisi tersebut, Sigit meminta jajarannya untuk meningkatkan patroli dan pengawasan wilayah. Ia juga mendorong pelibatan potensi masyarakat (Potmas) dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Oleh karena itu saya mohon untuk rekan-rekan, bagaimana kita meningkatkan monitoring dan patroli, melibatkan Potmas dan masyarakat sekitar untuk melaksanakan penjagaan di wilayah dan pemukimannya masing-masing,” kata dia.

Selain itu, Polri diminta aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, termasuk satpam dan pengelola fasilitas publik maupun pariwisata agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan kejahatan.

Sigit juga menekankan pentingnya layanan publik, termasuk penitipan kendaraan di kantor kepolisian selama periode mudik.



“Kemudian kita memberikan layanan kepada masyarakat, termasuk memberikan layanan penitipan kendaraan pada kantor-kantor kepolisian. Mulai dari Polsek, Polres, Polda, demikian juga mungkin pemerintah daerah yang juga akan membantu hal ini, ini juga akan sangat baik untuk jadi tempat penitipan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri meminta optimalisasi layanan darurat 110 agar respons kepolisian semakin cepat.

“Kemudian optimalkan layanan 110. Saya kira ini sudah berapa kali kita coba, cukup bagus. Tinggal disosialisasikan sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan, langsung bisa memencet layanan kepolisian 110 untuk bisa kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Adapun Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan mengerahkan 161.243 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret yang beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi. Sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, ganjil-genap, hingga delaying system di pelabuhan juga telah disiapkan guna memastikan kelancaran arus kendaraan.

Pos terkait