Curhat Anak, Insanul Fahmi: Ingin Bertemu dan Bermain, Tapi…

Aa1rivdz
Aa1rivdz

Rasa Rindu dan Kebutuhan untuk Bertemu Anak

Insanul Fahmi, suami siri dari Inara Rusli, mengungkapkan perasaan rindu yang mendalam terhadap buah hatinya. Dalam wawancaranya di kawasan Jakarta Barat, ia menyampaikan bahwa dirinya pernah melakukan panggilan video atau video call dengan anaknya. Meski hanya sekali, momen tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi dirinya.

“Kadang-kadang terlalu dipikirin juga jadi stres, jadi (enggak) bagus,” ujar Insanul Fahmi. Ia menjelaskan bahwa rasa rindu ini tidak bisa sepenuhnya dihindari, tetapi ia memilih untuk fokus pada hal-hal lain yang lebih produktif.

Kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, turut menambahkan bahwa Insanul Fahmi merasa sedih karena tidak bisa menghabiskan waktu bersama anaknya secara bebas. Menurutnya, keinginan untuk bertemu dan bermain bersama anak itu sangat kuat, tetapi sayangnya waktu yang tersedia sangat terbatas.

“Pengin ketemu dia, pengin main-main, tetapi dibatasi. Kayak kemarin sebenarnya sempat ketemu sekali, tetapi cuma 20 menit saja,” kata Insanul Fahmi. Ia mengingat momen pertemuan singkat tersebut dengan penuh perasaan. Saat itu, anaknya langsung memeluknya erat, seperti ingin bermain dan bersama-sama.

“Kami masih berharap kalau bisa dijalankan dengan cara yang persuasif,” tambahnya. Insanul Fahmi menyatakan bahwa ia dan kuasa hukumnya akan terus berusaha agar bisa bertemu dengan anaknya. Jika upaya tersebut tidak berhasil, mereka berencana untuk melapor ke Komnas Anak sebagai opsi terakhir.

Namun, ia mengakui bahwa langkah ini adalah pilihan terakhir. “Karena kalau misalnya kami laporin ke Komnas ini jadi makin panjang ya, apalagi bulan puasa pengin damai-damai,” ujarnya. Insanul Fahmi berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih tenang dan tidak memperpanjang drama.

Fokus pada Hal Lain untuk Mengurangi Stres

Meski rasa rindu terhadap anak tak bisa sepenuhnya dihilangkan, Insanul Fahmi memilih untuk tidak terlalu memikirkan perasaan tersebut. Ia lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang bisa dilakukan dalam kehidupannya sehari-hari.

“Keinget pasti ada kangen pasti ada begitu kan, cuman ya mau gimana lagi, kan,” katanya. Ia menjelaskan bahwa terlalu memikirkan rindu bisa membuatnya stres. Oleh karena itu, ia mencoba mengalihkan pikirannya ke hal-hal lain yang lebih positif.

Salah satu contohnya adalah rencana distribusi kue-kue yang ingin ia lakukan. “Kadang-kadang terlalu dipikirin juga jadi stres, jadi (enggak) bagus, bagaimana aku mikirin oh ini bulan puasa ada orang jualan takjil, bagaimana cara aku bisa distribusi kue-kue tadi, ini bisa dijulain sama abang-abang nanti bagi hasil bagus kayak begitu kan bantu orang daripada,” ujarnya.

Dengan cara ini, Insanul Fahmi berusaha mengurangi beban emosional yang ia rasakan. Ia percaya bahwa dengan fokus pada hal-hal yang bermanfaat, ia bisa menjalani hari-harinya dengan lebih tenang dan bahagia.

Upaya Terus Dilakukan untuk Bertemu Anak

Meskipun situasi saat ini cukup sulit, Insanul Fahmi tetap berkomitmen untuk terus berupaya agar bisa bertemu dengan anaknya. Ia mengakui bahwa keinginan untuk melihat dan bermain bersama anaknya sangat kuat, meskipun waktu yang tersedia terbatas.

“Masih (diusahakan), makanya dalam beberapa waktu ini kalau misalnya memang masih belum ada respons buat ketemu anak kayaknya aku sama Bang Tomi (kuasa hukum) pengin tegas ke Komnas,” katanya. Namun, ia tetap berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih damai dan tidak memperpanjang konflik.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Insanul Fahmi berharap bisa segera memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama anaknya. Ia percaya bahwa dengan usaha dan kesabaran, segala sesuatu bisa ditemukan solusinya.

Pos terkait