Curhat Bernardo Tavares Jadi Titik Balik, Gali Freitas Meledak dan Persebaya Surabaya Makin Garang!

Gali Freitas Persebaya 222
Gali Freitas Persebaya 222

Kebangkitan Gali Freitas di Persebaya Surabaya

Sesi curhat bersama Bernardo Tavares menjadi momen penting dalam perjalanan karier Gali Freitas di Persebaya Surabaya. Dari pertemuan personal tersebut, performanya mulai menanjak dan kini ia menjadi salah satu motor serangan terpenting di Super League 2025/2026.

Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas atau yang akrab disapa Gali Freitas memang sedang menikmati musim penuh warna. Bersama Green Force, pemain muda asal Timor Leste itu perlahan menjawab ekspektasi lewat proses panjang yang tidak instan.

Awal Karier yang Menjanjikan

Didatangkan dari PSIS Semarang pada awal musim, Gali langsung memberi sinyal positif. Gol perdananya berseragam hijau lahir pada pekan ketiga saat menjamu Bali United dan seolah menjadi pengantar ambisinya untuk berkembang. Momen tersebut sempat membuat publik optimistis bahwa ia akan langsung konsisten.

Namun, perjalanan di kerasnya kompetisi tak selalu berjalan sesuai rencana. Setelah gol itu, Gali mengalami paceklik cukup panjang hingga namanya menghilang dari papan skor selama sepuluh pekan. Tekanan mulai datang, ritme permainan naik turun, dan ekspektasi suporter terus meninggi.

Di fase inilah mentalnya benar-benar diuji. Gali memilih tidak larut dalam kritik dan justru meningkatkan intensitas latihan serta memperbaiki detail sentuhan akhirnya.

Meski puasa gol cukup lama, kontribusinya di lapangan tak pernah benar-benar hilang. Ia tetap aktif dalam skema serangan dengan tiga assist serta pergerakan tanpa bola yang kerap membuka ruang bagi rekan setim. Keberaniannya dalam duel satu lawan satu dan visi umpan yang matang menunjukkan kapasitas sebagai pemain kreatif.

Titik Balik dengan Pelatih Baru

Titik balik datang ketika Tavares mengambil alih komando tim. Pada debut sang pelatih di pekan ke-17 melawan Malut United, Gali langsung meledak dengan dua gol penting. Laga itu bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan sinyal kebangkitan bagi dirinya. Sejak momen tersebut, performanya menanjak tajam dan rasa percaya dirinya kembali penuh.

Gali tak menampik peran besar sang pelatih dalam transformasinya musim ini. “Dia selalu mengajak pemain meeting secara personal, termasuk saya, untuk terus improve jadi lebih baik. Saya berterima kasih kepada dia. Coach selalu meluangkan waktu untuk diskusi individual dan membantu pemain tampil lebih maksimal di lapangan,” ujar Gali.

Sentuhan personal itu memberi dampak signifikan, terutama dalam aspek pengambilan keputusan di lapangan. Dari sisi individu maupun kolektivitas tim, Gali terlihat lebih tenang dan efektif.

Sejak dilatih Tavares, ia telah mengemas empat gol dan tiga assist. Secara total musim ini, pemain 21 tahun itu mencatat enam gol dan enam assist, termasuk gol penentu kemenangan saat menghadapi PSM Makassar.

Kontribusi yang Mengubah Segalanya

Kontribusi tersebut membuat namanya makin diperhitungkan di kompetisi Super League 2025/2026. Ia bukan hanya pelengkap skuad, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam puzzle permainan Persebaya Surabaya.

Menurut Gali, karisma Tavares menjadi energi tambahan di ruang ganti. “Karisma coach itu melengkapi semuanya. Saat latihan, kalau ada yang kurang dari saya, coach langsung beri tahu harus improve di mana entah itu soal posisi, kontrol bola, atau long pass. Itu membantu saya jadi lebih percaya diri dan berkembang,” jelasnya.

Pendekatan personal tersebut membuat pemain merasa dihargai sekaligus ditantang untuk naik level. Hubungan pelatih dan pemain tak sekadar instruksi taktik, melainkan komunikasi dua arah yang membangun.

Kesimpulan

Perjalanan Gali musim ini menjadi gambaran tentang arti ketekunan dalam sepak bola profesional. Dari fase paceklik yang menguji mental hingga kembali produktif, ia membuktikan kerja keras tak pernah mengkhianati proses.

Di tengah persaingan ketat Liga Indonesia, kisahnya memberi pesan kuat bagi pemain muda lain. Tekanan publik bisa berubah menjadi motivasi ketika dibarengi bimbingan tepat dan kemauan untuk terus belajar.

Kini, setiap kali namanya dipanggil di Stadion Gelora Bung Tomo, ada harapan besar yang ikut bergema. Gali Freitas tak lagi sekadar talenta potensial, melainkan simbol kebangkitan lewat sesi curhat yang mengubah segalanya.

Pos terkait