Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, Dabeeo, kini memperluas pengaruhnya di sektor agrikultur Asia Tenggara. Dalam upaya tersebut, perusahaan ini menerapkan solusi analitik spasial dan pemetaan berbasis AI pada perkebunan kelapa sawit.
Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada Mei 2025, Dabeeo telah menjalin kerja sama dengan beberapa grup perkebunan besar, termasuk Salim Group, Tunas Sawa Erma Group, serta POSCO Group melalui PT Bio Inti Agrindo. Ekspansi ini juga mencakup kolaborasi dengan perusahaan perkebunan di Malaysia, seperti Sawit Kinabalu.
Langkah terbaru yang dilakukan oleh Dabeeo adalah penandatanganan kontrak kerja sama dengan Triputra Agro Persada. Dalam kerja sama ini, Dabeeo akan mengimplementasikan sistem pemantauan perkebunan berbasis AI dalam skala besar di area perkebunan kelapa sawit milik perusahaan tersebut.
Sistem ini menggunakan teknologi vision AI milik Dabeeo untuk menganalisis citra satelit beresolusi tinggi. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi individual pohon, pemantauan kesehatan tanaman, serta deteksi perubahan kondisi kebun. Analisis ini diperkuat dengan pemetaan tiga dimensi dan evaluasi kesesuaian lahan, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi perkebunan.
Seluruh hasil analisis ditampilkan melalui platform berbasis web dan aplikasi mobile. Integrasi ini memungkinkan pertukaran data secara real time antara tim lapangan dan manajemen, termasuk penggabungan data satelit dengan data operasional.
Salah satu penerapan utama dari sistem ini adalah penandaan otomatis titik Tandan Buah Segar (TBS) yang belum terangkut dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH). Hal ini membantu pengaturan rute dan armada angkut, sekaligus mengantisipasi kendala operasional seperti genangan banjir.
Wakil Presiden Dabeeo, Victor Choi, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan penerimaan industri terhadap solusi yang dikembangkan perusahaan. “Kontrak ini menunjukkan solusi kami dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan operasional perkebunan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
Ke depan, Dabeeo berencana memperluas kolaborasi dengan produsen kelapa sawit lain di Indonesia serta menargetkan perusahaan agribisnis global sebagai bagian dari strategi ekspansi regionalnya di Asia Tenggara.
Dabeeo didirikan pada 2012 di Korea Selatan dan mengembangkan teknologi vision AI untuk pemantauan presisi. Teknologi ini mencakup identifikasi pohon hingga integrasi data operasional lapangan secara real time melalui platform digital.
Inovasi dalam Pemantauan Perkebunan
Pendekatan yang digunakan oleh Dabeeo tidak hanya terbatas pada analisis data, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang kondisi perkebunan. Teknologi vision AI memungkinkan identifikasi individu pohon dan pemantauan kesehatan tanaman secara akurat. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perkebunan.
- Pemetaan tiga dimensi membantu dalam evaluasi kesesuaian lahan.
- Data operasional lapangan diintegrasikan secara real time dengan data satelit.
- Platform berbasis web dan aplikasi mobile memudahkan akses dan pengelolaan data.
Manfaat bagi Industri Perkebunan
Implementasi teknologi AI dalam perkebunan kelapa sawit memberikan berbagai manfaat. Salah satunya adalah kemampuan untuk mendeteksi perubahan kondisi kebun secara dini. Hal ini memungkinkan petani atau manajer perkebunan untuk mengambil tindakan cepat jika ada masalah yang muncul.
- Deteksi dini perubahan kondisi kebun.
- Identifikasi pohon yang tidak sehat atau mengalami stres.
- Pengoptimalan penggunaan sumber daya seperti air dan pupuk.
Masa Depan Teknologi AI dalam Pertanian
Dabeeo tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penerapannya dalam skala besar. Dengan kolaborasi yang semakin luas, perusahaan ini berharap bisa menjadi pelopor dalam penerapan AI di sektor pertanian.
- Ekspansi ke pasar Asia Tenggara.
- Kerja sama dengan perusahaan agribisnis global.
- Pengembangan solusi yang lebih inovatif dan efektif.
Dabeeo terus berkomitmen untuk memperbaiki dan memperluas layanan mereka. Dengan teknologi yang sudah teruji, perusahaan ini siap memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri perkebunan.





