Kebakaran Ruko dan Kelenteng di Karimun Tewaskan Tiga Orang
Kebakaran yang terjadi di sebuah ruko sekaligus kelenteng di wilayah Karimun, Jumat 2 Maret 2026, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Insiden ini menimpa satu keluarga yang terjebak di dalam bangunan tersebut.
Kebakaran diperkirakan terjadi sekira pukul 05.00 WIB di lokasi yang berada di Jalan Pertambangan RT 01 RW 04, Kelurahan Tanjung Balai, Kecamatan Karimun. Lokasi kejadian berada di sebelah Newton Cafe, sehingga menjadi perhatian masyarakat sekitar.
Proses Evakuasi yang Dramatis
Mendapat laporan dari warga setempat, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dengan sangat dramatis, karena api yang membesar di lantai paling atas bangunan membuat kondisi semakin sulit.
Petugas damkar memasuki kobaran api dan asap dengan alat bantu oksigen untuk mencari korban yang terjebak. Pada pukul 07.00 WIB, dua balita berhasil dievakuasi oleh petugas, disusul oleh satu orang dewasa. Namun, dua balita tersebut dalam keadaan kritis dan akhirnya meninggal dunia tidak lama setelah dievakuasi. Sementara itu, satu orang dewasa telah meninggal sebelum dievakuasi.
Identitas Korban Tewas
Berikut adalah identitas ketiga korban tewas dalam kebakaran tersebut:
- Korban 1: Felni (31), perempuan
- Korban 2: Baita An (3), laki-laki
- Korban 3: Balita So (2), perempuan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Kabupaten Karimun memberikan keterangan bahwa ada tiga korban tewas dalam insiden ini. Hendra Hidayat, Kabid Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Karimun, menyampaikan bahwa tim BPBD dan Damkar langsung bertindak setelah menerima laporan kebakaran.
“Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.30 dan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Hendra.
Kondisi Bangunan dan Penyebab Kebakaran
Bangunan yang terbakar merupakan ruko sekaligus kelenteng, sehingga memiliki struktur yang kompleks. Api menyebar cepat, terutama di lantai atas, sehingga menyulitkan proses pemadaman dan evakuasi.
Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas terus melakukan investigasi untuk mengetahui apakah kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik atau faktor lainnya.
Dampak Kebakaran
Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Selain korban jiwa, kebakaran juga merusak sebagian besar bangunan ruko dan kelenteng tersebut. Masyarakat setempat berharap agar pihak berwenang dapat segera menyelesaikan proses investigasi dan memberikan perlindungan lebih lanjut kepada para korban.





