Daftar Negara dan Komoditas Pemenuh Surplus Neraca Dagang

Aa1xlbqv 1
Aa1xlbqv 1

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia di Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap mengalami surplus, meskipun nilai surplus tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan pada Januari tercatat sebesar 0,95 miliar dolar AS atau setara dengan 950 juta dolar AS. Angka ini lebih kecil dibandingkan surplus Desember 2025 yang mencapai 2,51 miliar dolar AS dan juga lebih rendah dibandingkan surplus Januari 2025 sebesar 3,49 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers.

Amerika Serikat Menjadi Penyumbang Surplus Terbesar

BPS mencatat bahwa sebagian besar surplus perdagangan berasal dari sektor nonmigas. Tiga negara penyumbang surplus terbesar pada Januari 2026 adalah Amerika Serikat, India, dan Filipina.

  • Amerika Serikat: Surplus sebesar 1,81 miliar dolar AS. Komoditas utama penyumbang antara lain mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) sebesar 0,41 miliar dolar AS, alas kaki (HS 64) sebesar 0,23 miliar dolar AS, serta pakaian dan aksesori rajutan (HS 61) sebesar 0,21 miliar dolar AS.
  • India: Surplus sebesar 1,10 miliar dolar AS. Penyumbang utama adalah bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 0,44 miliar dolar AS, lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 0,37 miliar dolar AS, serta besi dan baja (HS 72) sebesar 0,12 miliar dolar AS.
  • Filipina: Surplus sebesar 0,69 miliar dolar AS. Penyumbang utama adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 0,21 miliar dolar AS, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 0,19 miliar dolar AS, dan lemak serta minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 0,09 miliar dolar AS.

China Masih Menjadi Penyumbang Defisit Terdalam

Meski surplus tercatat, beberapa negara menjadi penyumbang defisit terdalam. Salah satunya adalah China.

  • China: Defisit sebesar 2,62 miliar dolar AS. Penyumbang terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) sebesar 1,81 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) sebesar 1,70 miliar dolar AS, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 0,43 miliar dolar AS.
  • Australia: Defisit sebesar 0,84 miliar dolar AS. Penyumbang utama adalah logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) sebesar 0,51 miliar dolar AS, serealia (HS 10) sebesar 0,16 miliar dolar AS, dan bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 0,07 miliar dolar AS.
  • Prancis: Defisit sebesar 0,47 miliar dolar AS. Penyumbang utama adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) sebesar 0,42 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) sebesar 0,02 miliar dolar AS, serta minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik (HS 33) sebesar 0,01 miliar dolar AS.

Dengan demikian, meski ada defisit dari beberapa negara, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga, menunjukkan ketahanan ekspor nonmigas di tengah meningkatnya impor barang modal dan bahan baku dari luar negeri.

Deretan Komoditas Penyumbang Surplus dan Defisit di Januari 2026

Ateng merinci komoditas penyumbang surplus dan defisit neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026. Surplus tetap tercatat, meski nilai beberapa komoditas menunjukkan tren yang berbeda.

Komoditas Penyumbang Surplus Terbesar Januari 2026:
– Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15): 3,10 miliar dolar AS
– Bahan bakar mineral (HS 27): 2,16 miliar dolar AS
– Besi dan baja (HS 72): 1,51 miliar dolar AS
– Nikel dan barang daripadanya (HS 75): 1,03 miliar dolar AS
– Alas kaki (HS 64): 0,49 miliar dolar AS

Komoditas Penyumbang Defisit Terbesar Januari 2026:
– Mesin dan peralatan mekanis (HS 84): 2,23 miliar dolar AS
– Mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85): 1,39 miliar dolar AS
– Plastik dan barang dari plastik (HS 39): 0,73 miliar dolar AS
– Instrumen kendaraan udara dan bagiannya (HS 88): 0,47 miliar dolar AS
– Serealia (HS 10): 0,35 miliar dolar AS

Pos terkait