Daftar Produk Wajib Impor RI dari AS Pasca Kesepakatan ART

Aa1hlplq
Aa1hlplq

Kesepakatan Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

Pada 19 Februari 2026, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan ini mencakup sejumlah komitmen perdagangan yang penting, termasuk peningkatan pembelian produk dari AS. Dalam dokumen perjanjian yang dirilis oleh Whitehouse, Indonesia berkomitmen untuk membeli produk dan jasa dari AS dengan total 33 miliar dolar AS. Angka ini dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu energi, aviasi, dan pangan.

Pembelian di Sektor Energi

Di sektor energi, Indonesia wajib membeli beberapa produk dari AS, seperti LNG, minyak mentah, produk kilang, dan LPG. Pembelian tersebut dilakukan melalui entitas Indonesia yang ditunjuk pemerintah, termasuk BUMN sektor energi dan perusahaan komersial terkait. Dengan nilai sebesar itu, porsi impor energi dari AS berpotensi meningkat tajam dibanding pola sebelumnya lantaran tergantung realisasi kontrak dan kebutuhan domestik.

Pembelian di Sektor Aviasi

Di sektor aviasi, Indonesia berkomitmen mengucurkan 13,5 miliar dolar AS untuk pembelian 50 unit pesawat Boeing, suku cadang, layanan perawatan, pelatihan, serta dukungan teknis. Transaksi tersebut bersifat multi-tahun dan terkait langsung dengan belanja modal maskapai maupun entitas penerbangan nasional. Dengan demikian, realisasi komitmen tidak terjadi sekaligus, tetapi mengikuti jadwal pengadaan dan kontrak layanan jangka panjang.

Pembelian di Sektor Pangan

Di sektor pangan, Indonesia berkomitmen untuk pembelian sejumlah produk seperti gandum, kedelai, beras, jagung, daging sapi, daging ayam, serta komoditas pangan lain yang disepakati kedua pihak senilai 4,5 miliar dolar AS. Realisasi dapat dilakukan melalui BUMN pangan atau importir swasta yang difasilitasi pemerintah. Mengingat gandum dan kedelai merupakan bahan baku utama industri pangan domestik, komitmen ini akan tercermin pada arus impor bahan pangan dalam beberapa tahun ke depan.

Impor Beras dan Komoditas Lain

Beberapa rencana impor juga telah diumumkan oleh pemerintah. Misalnya, impor beras sebanyak 1.000 ton dari AS, yang dijelaskan sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, impor jagung sebesar 1,4 juta ton hanya untuk kebutuhan industri RI. Pemerintah juga berencana untuk melakukan impor ayam dari AS, dengan jaminan bahwa hal ini tidak akan merugikan peternak lokal.

Komitmen-komitmen ini menunjukkan adanya kerja sama yang kuat antara Indonesia dan AS dalam bidang perdagangan. Dengan peningkatan pembelian produk dari AS, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara. Namun, pemerintah juga harus memastikan bahwa komitmen ini tidak mengganggu keseimbangan pasar dan kesejahteraan para pelaku usaha lokal.

Pos terkait