BANDUNG — Inflasi di Jawa Barat pada bulan Februari 2026 mengalami peningkatan secara tahunan (year on year/YoY) sebesar 4,71%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada Februari 2025 yang justru menunjukkan deflasi sebesar 0,27%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan bahwa kenaikan inflasi tahunan pada Februari 2026 disebabkan oleh pengaruh low base effect dari diskon tarif listrik yang berlaku pada tahun lalu.
Pada Februari 2025, diskon tarif listrik berlaku bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar. Namun, jika pengaruh dari diskon listrik tersebut dikeluarkan dari perhitungan, inflasi YoY Februari 2026 hanya sebesar 2,65%.
Selain itu, secara bulanan atau month to month, Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,81%, sedangkan inflasi tahunan atau year to date mencapai 0,72%.
Menurut Ari, Februari 2026 merupakan momen dimulainya Ramadan, sehingga memengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas bahan pokok di pasar konsumen. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah cabai rawit.
Selain itu, harga emas dunia juga masih menunjukkan tren kenaikan secara rata-rata. Namun, inflasi sedikit tertahan karena turunnya harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang berlaku sejak 1 Februari 2026.
Dari pantauan BPS Provinsi Jawa Barat, seluruh 10 kabupaten/kota di Jawa Barat mengalami inflasi secara bulanan. Kota Tasikmalaya mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,97%, sementara Kota Bandung dan Kota Depok mengalami inflasi terendah masing-masing sebesar 0,65%.
Beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi pada Februari 2026, antara lain:
- Emas perhiasan memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,21%.
- Cabai rawit, daging ayam ras, beras, dan bawang merah juga menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
Ari menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor musiman seperti Ramadan, tetapi juga oleh perubahan harga komoditas global dan kebijakan dalam negeri. Hal ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan analisis terhadap dinamika ekonomi untuk memastikan stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.





