Dampak Ekonomi pada Kehidupan WNI Akibat Perang AS-Iran

Aa1nlvxi 1
Aa1nlvxi 1

Dampak Ekonomi Perang AS vs Iran terhadap Warga Indonesia

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sedang berlangsung saat ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan analisis dari Center of Economic Law and Studies (Celios), situasi ini bisa memengaruhi hajat hidup jutaan warga negara Indonesia (WNI). Berikut beberapa dampak utama yang muncul:

1. Kenaikan Harga BBM

Salah satu dampak langsung dari konflik ini adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Celios memprediksi bahwa perang dapat meningkatkan risiko kenaikan harga BBM, terutama karena fluktuasi harga minyak mentah.

Harga minyak mentah jenis Brent telah naik sebesar 20,7 persen sejak awal 2026 menjadi 72,8 dolar AS per barel. Jika situasi memburuk, harga minyak mentah tersebut bisa mencapai 100-120 dolar AS per barel. Hal ini akan berdampak pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil.

“Subsidi energi di APBN 2026 menggunakan asumsi 70 dolar AS per barel. Di atas itu, apa kabar harga Pertamax dan Pertalite?” tulis Celios dalam akun Instagram resminya.

2. Emas Menguat, Rupiah Melemah

Selain itu, Celios juga menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah semakin melemah sementara emas terus menguat. Saat ini, tren gold rush terjadi dengan kenaikan harga emas global mencapai 48,4 persen dalam enam bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Jika geopolitik kacau, kita sebut sebagai flight to quality. Investor beralih dari aset berisiko ke aset yang lebih aman. Bagi WNI yang memiliki rupiah, ini menjadi cobaan,” ujar Celios.

3. Inflasi Pangan Memicu Penurunan Daya Beli

Inflasi pangan juga menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Celios menilai bahwa perang akan mengganggu rantai pasok, sehingga membuat harga pangan seperti ayam, telur, beras, dan sayuran meningkat. Hal ini terlebih lagi dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memicu lonjakan harga pangan.

“Disposable income kelas menengah bisa semakin turun,” kata Celios.

4. Persiapan untuk Menghadapi Ancaman

Celios kemudian menyarankan kepada jutaan WNI untuk mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk yang bisa terjadi akibat perang AS melawan Iran. Menurut Celios, konflik ini bisa berkembang menjadi perang luas di kawasan Timur Tengah.

“Jangan hedon, jangan doom spending. Mulailah memperkuat solidaritas di akar rumput. Saling bantu sesama warga,” pesan Celios.

Pos terkait