Lonjakan Harga Emas di Banda Aceh Akibat Konflik Timur Tengah
Pada hari Sabtu (28/2/2026), konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kenaikan harga emas murni di Banda Aceh. Pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, Muhammad Daffa, melaporkan bahwa harga emas kini mencapai Rp 8.900.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
Sebelumnya, harga emas dijual sekitar Rp 8.700.000 per mayam. “Harga emas ini mengalami kenaikan yang signifikan. Dari Rp 8,7 juta naik menjadi Rp 8,9 juta per mayam,” ujar Daffa kepada Serambi, Senin (2/3/2026).
Kenaikan harga emas ini terjadi setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan beberapa pejabat penting lainnya. Kondisi geopolitik yang tidak menentu membuat emas kembali menjadi aset aman (safe haven) bagi para investor.
Di Banda Aceh, ongkos pembuatan emas biasanya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung desain dan tingkat kerumitan. “Kenaikan bukan hanya terjadi pada emas, tetapi juga pada harga minyak,” tambah Daffa.
Prediksi pedagang menyebutkan bahwa harga emas kemungkinan akan terus meningkat, termasuk menjelang Lebaran. Lonjakan ini juga didorong oleh permintaan emas dunia yang meningkat, seperti dari China yang berencana memborong emas dalam jumlah besar.
Meski harga melonjak, aktivitas jual beli emas di Pasar Aceh justru meningkat. Mayoritas transaksi didominasi pembelian oleh masyarakat, sekitar 95 persen, sementara penjualan hanya 5 persen. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat Banda Aceh bahwa emas merupakan bentuk investasi yang aman.
“Orang-orang tahu emas adalah investasi, makanya lebih banyak yang membeli,” pungkas Daffa.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Emas
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas di Banda Aceh antara lain:
- Konflik regional yang meningkatkan ketidakstabilan politik dan ekonomi.
- Permintaan global yang meningkat, terutama dari negara-negara besar seperti China.
- Kebijakan moneter yang cenderung meredakan kepercayaan terhadap mata uang fiat.
- Keberhasilan emas sebagai aset aman yang menarik minat investor untuk melindungi nilai investasi mereka.
Perilaku Masyarakat di Pasar Aceh
Meskipun harga emas naik secara signifikan, permintaan masyarakat terhadap emas tetap tinggi. Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah pembeli emas meningkat, terutama dari kalangan masyarakat yang ingin melakukan investasi jangka panjang.
- Sebagian besar pembeli berasal dari kalangan menengah dan atas yang memahami nilai emas sebagai alat lindung nilai.
- Beberapa orang memilih membeli emas untuk keperluan ritual atau simbolik, seperti pernikahan atau acara keagamaan.
- Pengusaha lokal juga mulai mempertimbangkan emas sebagai alternatif investasi untuk melindungi modal mereka dari inflasi.
Prediksi Harga Emas di Masa Depan
Dari pengamatan para pedagang dan analisis pasar, harga emas diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan politik global, kenaikan inflasi, dan permintaan emas dari sektor industri akan memengaruhi dinamika harga.
- Para pedagang memprediksi bahwa harga emas bisa mencapai Rp 9.000.000 per mayam dalam waktu dekat.
- Beberapa ahli ekonomi memperingatkan bahwa kenaikan harga emas bisa berdampak pada daya beli masyarakat, terutama jika kenaikan tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan.
- Namun, sebagian besar pedagang optimis bahwa permintaan emas akan tetap stabil karena sifatnya sebagai aset aman.
Kesimpulan
Lonjakan harga emas di Banda Aceh akibat konflik Timur Tengah menunjukkan betapa sensitifnya pasar emas terhadap situasi geopolitik. Meskipun harga naik, permintaan masyarakat tetap tinggi, menunjukkan bahwa emas masih dianggap sebagai investasi yang aman dan strategis.





