Dampak MBG, pedagang Mamuju kesulitan turunkan harga telur

039617800 1588662161 Img 20200505 143543 126 1
039617800 1588662161 Img 20200505 143543 126 1

Harga Telur Ayam Ras Masih Tinggi di Pasar Baru Mamuju

Harga telur ayam ras di Pasar Baru Mamuju masih tercatat tinggi, yaitu Rp 58 ribu per rak. Meski sedikit mengalami penurunan dari harga puncak sebesar Rp 60 ribu per rak, angka ini masih dianggap memberatkan bagi konsumen. Hal ini terjadi karena adanya lonjakan permintaan yang signifikan, khususnya akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan secara intensif.

Program MBG Berdampak pada Harga Telur

Menurut Jamaluddin, seorang pedagang di Pasar Baru Mamuju, tingginya harga telur dipengaruhi oleh permintaan yang meningkat tajam sejak program MBG diterapkan. Ia menjelaskan bahwa stok telur yang tersedia cenderung terkuras untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, sehingga harga di pasar tetap tinggi.

“Penyebab utamanya adalah permintaan meningkat tajam sejak adanya program Makan Bergizi Gratis itu. Stok terserap ke sana, jadi harga di pasar tetap tinggi,” ujar Jamaluddin saat ditemui di lapaknya.

Kondisi ini menimbulkan tantangan baru bagi para pedagang pasar, mengingat telur merupakan sumber protein yang paling terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun, kini mereka harus bersaing dengan permintaan skala besar dari program pemerintah.

Perkembangan Harga Komoditas Lain

Selain telur, harga komoditas lain di pasar tradisional Kabupaten Mamuju juga mengalami fluktuasi. Beberapa komoditas menunjukkan stabilisasi atau bahkan penurunan harga, seperti:

  • Bawang merah stabil di Rp 35 ribu per kg
  • Bawang putih stabil di Rp 40 ribu per kg
  • Cabai rawit turun signifikan menjadi Rp 35 ribu per kg dari sebelumnya Rp 40–45 ribu per kg
  • Cabai keriting naik tipis Rp 5.000, menjadi Rp 30 ribu per kg
  • Cabai besar bertahan di Rp 20 ribu per kg
  • Tomat stabil di Rp 10 ribu per kg

Sementara itu, kelompok bumbu dapur atau volatile foods menunjukkan tren stabilisasi, bahkan penurunan pada beberapa komoditas.

Tantangan dan Harapan

Lonjakan permintaan dari program MBG telah memengaruhi ketersediaan dan harga telur di pasar. Meskipun demikian, para pedagang tetap berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun dengan harga yang relatif tinggi.

Masyarakat juga diharapkan dapat lebih memperhatikan kebutuhan pangan sehari-hari, terutama dalam situasi seperti ini. Dengan adanya program-program pemerintah yang berdampak pada harga pasar, penting bagi konsumen untuk tetap bijak dalam memilih dan mengatur pengeluaran.

Dalam situasi ini, para pedagang dan konsumen sama-sama menghadapi tantangan. Namun, dengan kesadaran dan kerja sama, harapan besar dapat diwujudkan agar harga komoditas pangan tetap terjangkau dan stabil.

Pos terkait