Imbauan untuk Menunda Keberangkatan Umrah Akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, H. Alim Bahri, memberikan imbauan kepada calon jamaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Hal ini dilakukan mengingat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berdampak pada lalu lintas penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut telah memicu ketidakstabilan dalam operasional penerbangan, terutama dari dan menuju wilayah Jeddah. Dalam pernyataannya, Alim Bahri menyampaikan bahwa situasi ini sangat penting diperhatikan karena potensi gangguan terhadap keselamatan dan kelancaran perjalanan jamaah.
“Situasi perang Amerika dan Israel melawan Iran sedang berlangsung dan pasti akan berdampak pada semua lalu lintas penerbangan dari dan ke Timur Tengah, khususnya ke Jeddah,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026).
Menurut Alim Bahri, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama bagi sejumlah maskapai penerbangan dalam menentukan kebijakan penerbangan. Beberapa maskapai bahkan menolak untuk melanjutkan penerbangan akibat risiko yang muncul dari konflik tersebut.
Dampak pada Jamaah Umrah
Perubahan situasi ini langsung berdampak pada jamaah yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan berangkat. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sebanyak 58.873 jamaah umrah tertunda kepulangannya akibat eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah. Alim Bahri menegaskan bahwa keselamatan jamaah merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, pihaknya meminta calon jamaah umrah asal Gowa untuk menunda keberangkatan hingga situasi kembali kondusif.
“Saya mengimbau kepada calon jamaah umrah dari Gowa agar menunda keinginan beribadah umrah di situasi mencekam akibat perang seperti saat ini,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan menunda bukan berarti mengurangi niat ibadah, melainkan langkah bijak demi keamanan bersama. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan maskapai penerbangan.
Langkah Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah bersama Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa memastikan akan terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan situasi dan jadwal keberangkatan jamaah.
Alim Bahri meminta para calon jamaah tetap bersabar dan memperbanyak doa agar konflik segera berakhir. “Sembari kita terus berdoa agar perang segera berhenti dan situasi kembali aman,” pungkasnya.
Dengan situasi yang masih tidak menentu, keputusan untuk menunda keberangkatan umrah menjadi langkah yang wajib dipertimbangkan oleh seluruh pihak terkait.





