Dampak Perang Iran vs AS, Jemaah Umroh Solo Terjebak 3 Hari

Aa1xlu88 3
Aa1xlu88 3

Dampak Konflik Iran terhadap Jemaah Umrah dari Solo

Perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memberikan dampak yang signifikan terhadap jemaah umrah asal Kota Solo. Beberapa jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah mengalami pembatalan atau penundaan, terutama untuk penerbangan yang melalui rute transit.

Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Kota Solo, Her Suprabu, menyebutkan bahwa ada sedikitnya tiga grup jemaah yang terhambat dalam perjalanan mereka. Maskapai yang melayani rute transit membatalkan penerbangan, sementara penerbangan langsung seperti Garuda Indonesia masih berjalan lancar.

Tantangan dalam Pengaturan Jadwal

Her Suprabu menjelaskan bahwa situasi ini sangat tidak terduga dan menimbulkan eskalasi mendadak di kawasan Timur Tengah. Hal ini berdampak langsung pada bisnis umrah karena banyak penerbangan yang dibatalkan, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan.

“Beberapa jemaah yang akan kembali ke Solo juga mengalami kendala karena penerbangan ditunda selama beberapa hari terakhir,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya agar perjalanan ibadah umrah tetap bisa dilakukan sesuai rencana.

Menurut Her Suprabu, di bawah bironya sendiri, terdapat tiga grup umrah yang masih terhambat penerbangannya untuk kembali ke Tanah Air. “Ada satu grup yang belum bisa pulang selama tiga hari, dan hari ini ada dua grup lagi yang mengalami hal yang sama,” tambahnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa kondisi pembatalan hanya terjadi pada pesawat-pesawat dengan rute transit atau non-direct. Sementara itu, jemaah umrah yang menggunakan pesawat direct seperti Garuda Indonesia tidak mengalami kendala.

“Tapi untuk pesawat yang direct seperti Garuda, alhamdulillah keberangkatan dan kepulangan masih lancar. Seperti hari ini kami masih ada keberangkatan, kemarin juga ada kepulangan masih lancar. Tapi kalau pesawat-pesawat yang transit, terutama di Doha (Qatar) dan Emirat, memang tidak bisa diberangkatkan maupun dipulangkan jemaahnya,” imbuhnya.

Tingkat Pembatalan Masih Rendah

Meski ada pembatalan, Her Suprabu menyatakan bahwa tingkat pembatalan jemaah masih di bawah 5 persen. Misalnya, dalam satu grup yang terdiri dari 45 jemaah, hanya lima orang yang memilih untuk menunda keberangkatan.

“Ya enggak lah, kalau umrah ini kan memang panggilan. Karena berangkat ini kan pasti ibadah dan ibadah pasti diniati untuk ibadah. Tapi kalau situasi seperti ini dikembalikan ke jemaahnya karena di tempat saya ada beberapa jemaah yang memilih menjadwalkan ulang keberangkatan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar jemaah yang telah terjadwal keberangkatannya tetap diberangkatkan. “Oh iya pasti, beberapa jemaah sebelum berangkat masih waswas berangkat atau tidak. Tapi alhamdulillah tadi pagi kita juga ada keberangkatan dan lancar untuk keberangkatan direct. Tapi untuk transit-transit kita pindah ke pesawat-pesawat yang direct.”

Biaya Tambahan dan Kepentingan Keselamatan

Her Suprabu menyatakan bahwa pengusaha perjalanan haji dan umrah kini terkena dampak biaya tambahan akibat perubahan jadwal. “Pastinya, dengan re-route pasti kan ada selisih harga tiket. Tapi fokus kita tetap berangkatkan jemaah dulu karena kita mengejar hotel dan visa yang bisa hangus. Nanti kalkulasinya kita lihat dan butuh proses,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada agen lain untuk mengutamakan prioritas jemaah, termasuk keselamatan. “Kita intens berkomunikasi terkait tantangan yang sama. Semoga situasi ini segera membaik dan normal kembali,” harapnya.

Pos terkait