Dampak Serangan Drone Iran pada Kilang Minyak Tertua Arab Saudi

Aa1xoexn 1
Aa1xoexn 1

Kilang Ras Tanura Dihentikan Total Akibat Serangan Drone Iran

Kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi, salah satu fasilitas produksi minyak terpenting di dunia, mengalami penutupan total akibat serangan drone yang dilakukan oleh Iran. Insiden ini terjadi pada Senin (2/3/2026) dan langsung mengguncang pasar energi global. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa pesawat nirawak tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai instalasi vital, namun pecahannya jatuh dan memicu kebakaran yang menghasilkan kepulan asap hitam pekat.

Serangan ini menjadi catatan pertama aksi langsung Iran yang menargetkan fasilitas energi di wilayah Teluk. Fasilitas ini berlokasi di pesisir Teluk Persia, dekat kawasan industri Jubail di Provinsi Timur Arab Saudi. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 550 ribu barel minyak mentah per hari, dengan pasokan berasal dari ladang besar kerajaan seperti Ghawar, Abqaiq, dan Khurais. Produk olahan dari kompleks ini sebagian besar dipasok untuk kebutuhan domestik melalui bulk plant Dhahran, sementara sisanya dikirim ke berbagai negara di Asia dan Eropa.

Ketegangan Regional Memicu Rangkaian Serangan Lintas Negara

Serangan drone ke kilang Ras Tanura terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang melibatkan Iran, kelompok proksinya, Israel, serta Amerika Serikat (AS). Rudal dan drone yang dilepaskan Iran bersama sekutunya menyerang sejumlah sasaran di Israel dan negara-negara Teluk, termasuk kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait. Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan beberapa jet tempur AS jatuh di wilayahnya, dengan para pilot dalam kondisi stabil.

Sebagai respons, AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke lokasi rudal, fasilitas angkatan laut, serta pangkalan militer Iran. Militer AS menyatakan pembom siluman B-2 menjatuhkan bom seberat 2 ribu pon ke fasilitas rudal balistik Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kemungkinan konflik akan terus berlanjut.

“Sayangnya, kemungkinan besar akan ada lebih banyak lagi sebelum ini berakhir. Begitulah adanya,” katanya. Trump juga menegaskan operasi tempur akan berjalan hingga seluruh target tercapai dan mengklaim sembilan kapal perang Iran telah ditenggelamkan serta sebagian besar markas angkatan lautnya hancur.

Serangan Balasan Memperluas Dampak Korban di Berbagai Negara

Gempuran Israel di Lebanon Selatan menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 149 lainnya, sehingga pemerintah Lebanon langsung menggelar rapat darurat. Situasi ini menambah daftar korban di kawasan yang terdampak konflik. Serangan dari Iran juga menjalar ke sejumlah negara Teluk lain dengan tiga korban tewas di Uni Emirat Arab, satu orang di Kuwait, dan satu di Bahrain.

Di wilayah Iran, lebih dari 200 orang dilaporkan meninggal sejak gelombang balasan dimulai. Jalan-jalan di Teheran tampak lengang karena warga memilih berlindung, sementara pasukan paramiliter Basij mendirikan pos pemeriksaan di berbagai sudut kota. Sementara itu di Israel, rudal Iran menghantam beberapa titik termasuk Yerusalem dan sebuah sinagoge di Beit Shemesh, menewaskan sembilan orang serta melukai 28 lainnya.

Direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hanan Balkhy, menyoroti perlindungan warga sipil melalui media sosial. “Perlindungan terhadap warga sipil dan layanan kesehatan harus mutlak. Semua pihak harus … memastikan fasilitas medis tetap terlindungi,” tulis WHO. Inggris, Prancis, dan Jerman menyerukan semua pihak untuk menahan diri, namun operasi militer dilaporkan masih berlangsung di berbagai front.

Pos terkait