Rencana IPO DANA Indonesia
Perusahaan dompet digital PT Espay Debit Indonesia Koe atau dikenal dengan brand DANA Indonesia dikabarkan sedang mempersiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini disebut sedang serius menyiapkan berbagai persiapan untuk langkah tersebut. Berdasarkan laporan Ajaib Sekuritas, DANA melakukan kajian mendalam terhadap pengalaman perusahaan digital lain yang telah lebih dulu melakukan IPO. Pelajaran diambil dari proses IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Menurut laporan tersebut, CEO & Co-founder DANA, Vince Iswara, menyatakan bahwa rencana IPO akan berjalan setelah seluruh produk DANA dinilai optimal. Perseroan juga memetik pelajaran dari proses penawaran umum perdana platform digital lain agar lebih siap menghadapi dinamika serta tantangan di pasar modal.
Direktur Komunikasi DANA, Olavina Harahap, membenarkan bahwa perusahaan juga membidik langkah IPO. Namun ia menyebut bahwa perusahaan masih mencari waktu yang tepat. “IPO saat ini masih menjadi strategi jangka panjang kami dan akan dieksekusi di waktu yang tepat. Tentunya, menyesuaikan kondisi pasar dan perusahaan,” ujar Olavina kepada islamipedia.id, Jumat (20/2).
Menurut Olavina, fokus perusahaan saat ini adalah memastikan kualitas pengalaman dan layanan pengguna yang optimal. Selain itu, DANA juga terus menyempurnakan keamanan dan kenyamanan pengguna. “Dengan tujuan utama agar pengguna bisa memaksimalkan layanan kami dan pada akhirnya membantu kesejahteraan finansial mereka juga,” ujar Olavina lagi.
DANA dalam Pusaran Grup Taipan
Dalam menjalankan usahanya, DANA memperoleh dukungan finansial dari PT Elang Sejahtera Mandiri (EAN) sebagai investor utama, dengan porsi kepemilikan 99 %. Elang Sejahtera Mandiri merupakan anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi alias Emtek. DANA dimiliki oleh EAN. Sedangkan Emtek memiliki 49 % saham di EAN. Selain Emtek, Alibaba memiliki 45 % saham EAN lewat anak usaha API Investment Limited.
Saat ini, Emtek menjadi salah satu grup terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang teknologi, media dan telekomunikasi (TMT), dengan fokus pada tiga grup bisnis utama, yaitu media, solusi dan konektivitas. Teranyar, DANA juga memperoleh investasi dari anak usaha Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa sebesar US$ 25 juta atau setara Rp 350 miliar. Dian Swastatika merupakan unit usaha Grup Sinar Mas yang beroperasi di sektor pembangkit listrik, batubara, emas, bahan kimia, hingga internet.
Sedangkan, anak usahanya, PT DSST Dana Gemilang berfokus pada layanan jasa konsultasi manajemen. Kabar Sinar Mas yang akan mengakuisisi DANA sudah beredar sejak Agustus tahun lalu. Per Januari lalu, tersiar kabar juga bahwa Sinar Mas akan mengambil alih DANA melalui Smartfren. Di sisi lain, DANA memperoleh dukungan teknologi dari Ant Financial, pemilik Alipay dari Cina.
Latar Belakang Pendirinya
Meskipun DANA baru diluncurkan pada 2018, Vincent Iswara selaku founder DANA sudah menggeluti bidang digital payment sejak 2008. Lelaki yang memiliki nama panjang Vincent Henry Iswaratioso itu, merupakan penyandang gelar MBA dari Strategic Management Waseda University, Jepang dan merupakan lulusan 2002.
Dari berbagai sumber, diketahui bahwa pada 2008, Vincent sempat mendirikan perusahaan di bidang pembayaran digital bernama INDOMOG. Saat itu, kehadiran perusahaan bertujuan untuk memudahkan transaksi para gamer. Melansir laman LinkedIn, Vincent berkiprah di INDOMOG hingga 2015. Setelah itu, dia beralih profesi menjadi Director sekaligus Country Lead dari Alipay Indonesia. Jabatan tersebut, diemban selama periode 2015 hingga 2017. Selang setahun kemudian lahirlah dompet digital DANA, tepatnya pada 2018. Melalui kerja sama teknologi dengan Alipay, Vincent melihat peluang besar dalam mengembangkan uang elektronik di Indonesia.





