Kue Maksuba, Rasa Tradisional yang Menembus Batas Negara
Kue Maksuba, yang merupakan salah satu makanan khas Palembang, kini semakin diminati oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Pesanan dari negara-negara seperti Belanda dan Arab Saudi mulai mengalir ke pelaku UMKM rumahan, Yus Elisa atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bunda Rayya.
Maksuba memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa yang manis gurih, menjadikannya sebagai pilihan utama dalam momen spesial, terutama saat menjelang Idul Fitri. Kue ini juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat Palembang dalam merayakan hari besar.
Bunda Rayya menyebutkan bahwa Maksuba adalah kue telur yang paling ikonik dari Palembang. Nama “Maksuba” berasal dari bahasa Arab “maksub”, yang artinya “tersusun” atau “ditumpuk”. Hal ini mencerminkan teknik pembuatannya yang dilakukan secara lapis demi lapis.
“Pembuatan Maksuba dimulai dari 30 butir telur, gula pasir, dan santan kental. Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu dan dipanggang selama 3 jam,” jelas Yus Elisa.
Dalam satu loyang Maksuba, dibutuhkan sekitar 30–50 butir telur bebek, ditambah gula, santan kental, dan sedikit tepung terigu. Adonan kemudian dituangkan tipis-tipis ke dalam loyang dan dipanggang lapis demi lapis di atas oven tradisional hingga berwarna kuning keemasan.
Hasilnya adalah kue yang padat dan lembut, dengan lapisan halus serta rasa manis gurih telur yang kaya. Aroma karamel alami dari proses pemanggangan panjang semakin menambah kelezatannya. Lapisan yang terbentuk pun tidak selalu beraturan, justru menciptakan pola unik yang menggugah selera.
“Maksuba memiliki 16 lapisan, di mana setiap satu lapisan harus dipanggang secara bertahap,” ujarnya sambil mengaduk adonan.
Maksuba pun dijuluki sebagai “ratu lapis” karena cita rasanya yang khas dan membuat penikmatnya ketagihan.
Untuk menjaga eksistensi kue tradisional ini, Bunda Rayya menghadirkan inovasi bernama Makjola, yakni perpaduan tiga kue khas Palembang: Maksuba, Bolu Kojo, dan Lapis Plum. Inovasi tersebut ia ciptakan saat mengikuti kontes Master Oleh-oleh tingkat provinsi pada 2017.
“Awalnya saya iseng-iseng membikin inovasi resep Makjola itu. Makjola singkatan dari Maksuba, Kojo, dan Lapis. Kue ini juga merupakan salah satu best seller yang banyak dipesan,” katanya.
UMKM rumahan Bunda Rayya beralamat di Jalan Letnan Jaimas No. 980C, 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Selain melayani pembelian langsung, produknya juga dipasarkan secara online melalui marketplace dan media sosial.
Saat ini, pesanan Maksuba mencapai 100–300 loyang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Belanda dan Arab Saudi.
“Ada di luar negara yang juga memesan seperti Belanda dan Arab Saudi. Jadi mereka yang mengurus perizinan dan surat-suratnya, jadi kita tinggal kirim,” ujarnya.
Menurutnya, Maksuba buatannya dapat bertahan lama karena menggunakan bahan-bahan premium.
“Kalau untuk pengiriman ke luar negeri 45 jam, tapi awet, tahan lama. Jadi jika ada yang tengah umrah ataupun lebaran di Mekkah bisa pesan di kita, nanti akan memakai travel yang akan berangkat ke Mekkah,” jelasnya.
Untuk informasi harga dan pemesanan, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp di nomor 081273888323 atau melalui Instagram @bundarayyanew.





