
Komika Oki Rengga mengawali kariernya di dunia sinetron dengan tampil dalam serial Dunia Tanpa Tuhan yang diproduksi oleh MD Entertainment. Meskipun ini adalah langkah pertamanya di dunia layar kaca, transisi dari film ke sinetron ternyata tidak mudah bagi Oki.
Menurut Oki, terdapat perbedaan teknis yang signifikan antara berakting dalam film bioskop dan sinetron. Ia menjelaskan bahwa ekspresi yang dibutuhkan dalam film cenderung lebih alami, sedangkan dalam sinetron atau series, ia harus memberikan ekspresi yang lebih besar agar pesan dan emosi bisa tersampaikan kepada penonton rumah.
“Mungkin secara berekspresi jauh berbeda antara film dan sinetron. Karena kebutuhan sutradara film dan sutradara sinetron menurutku berbeda sekali,” ujar Oki Rengga saat hadir dalam jumpa pers di MD Place, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2).
Oki mengakui kesulitan awalnya dalam menyesuaikan diri dengan gaya akting sinetron. Ia bahkan membutuhkan waktu beberapa hari untuk berkonsultasi dengan sutradara agar bisa memahami karakter yang ingin ditampilkan.
“Hampir seminggu aku ngobrol terus sama sutradara untuk dapat karakterku seperti ini. Itu yang jadi kesulitan,” katanya.

Lolox, sahabat sekaligus lawan main Oki, mengungkapkan bahwa Oki sempat mengalami stres berat selama proses syuting. Menurut Lolox, Oki kesulitan dalam menampilkan ekspresi yang sesuai dengan gaya sinetron.
“Nah, rahasia satu nih aku kasih tahu sama kalian. Si Oki sangat susah hari pertama syuting. Yang dibilang tadi berekspresi di sinetron dia beda kali. Dia susah banget beradegan kaget atau marah. Sampai demam dia tiga hari,” ujar Lolox.
Lolox juga menceritakan bahwa Oki sering bertanya bagaimana cara menampilkan ekspresi yang tepat dalam sinetron.
“Dia tanya ke aku terus ini gimana caranya ekspresi di sinetron, kok aku susah kali,” cerita Lolox.
Meskipun diwarnai tantangan, Oki mengaku sangat senang bisa terlibat dalam proyek ini. Salah satu alasannya adalah karena adanya Lolox.
“Senangnya bisa main bareng Lolox. Aku jauh sebelum ada di posisi sekarang, aku tinggal bareng Lolox, nemenin Lolox sampai pada akhirnya rezeki antarkan kami bisa ada di satu series bareng untuk pertama kalinya. Terima kasih buat MD juga karena sudah mewujudkan ini,” ujar Oki.

CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, menyambut antusias penayangan serial Dunia Tanpa Tuhan di Netflix. Menurutnya, platform ini membantu konten lokal mencapai audiens global.
“Karena ada di Netflix, jadi yang di luar Indonesia juga bisa ditonton. Itu jadi sesuatu yang positif, produk kita yang orang-orang nggak di Indonesia pun bisa ikut, diaspora juga bisa nikmati program-program kita,” kata Manoj.
Ia juga menyebutkan bahwa serial-seri lain seperti Ipar Adalah Maut The Series telah mendapatkan tanggapan positif dari penonton di Singapura dan Malaysia.
“Mudah-mudahan Dunia Tanpa Tuhan ini juga dapat tanggapan yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Sinetron Dunia Tanpa Tuhan sudah bisa disaksikan di MDTV dan Netflix mulai 18 Februari 2026.





