Gubernur Jabar Langsung Turun Tangan untuk Menyelamatkan 13 Perempuan Korban TPPO di NTT
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), segera mengambil tindakan cepat setelah mengetahui adanya kasus memilukan yang menimpa 13 perempuan asal Jawa Barat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Para korban diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan diperbudak bekerja di tempat hiburan malam di Kabupaten Sikka.
KDM langsung membentuk tim khusus untuk memulangkan para korban ke Jawa Barat. Selain itu, ia juga dikabarkan akan terbang langsung ke NTT untuk menjemput para korban secara langsung, demi memastikan mereka dapat kembali ke pelukan keluarga dengan selamat.
Misi Penyelamatan Trauma: KDM Terjun Langsung
Menurut Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, arahan Gubernur sangat jelas. “Pak Gubernur sangat concern. Beliau tidak ingin mereka menjadi korban dua kali. Mereka sudah mengalami dugaan kekerasan seksual dan TPPO, kondisi psikis mereka trauma. KDM langsung yang akan menjemput untuk membawa mereka pulang,” ujar Jutek pada Kamis (19/2/2026).
Langkah ini dilakukan karena proses hukum di Polres Sikka yang sudah berjalan selama satu bulan diprediksi akan memakan waktu lama. KDM tak ingin para korban yang mayoritas adalah tulang punggung keluarga terkatung-katung di penampungan tanpa kepastian.
Tim Khusus Lintas Sektoral
Untuk mempercepat pemulangan para korban, KDM membentuk tim kolaborasi lintas sektoral yang terdiri dari:
- Tim Hukum Jabar Istimewa (Advokat)
- DP3AKB Jawa Barat (Perlindungan Perempuan & Anak)
- Biro Hukum dan HAM Setda Jabar
Jutek menambahkan bahwa saat ini tim sedang melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya warga Jabar lain yang belum teridentifikasi di lokasi tersebut. “Dari 13 orang, satu orang terdeteksi sudah tidak di penampungan. Kami terus telusuri kemungkinan korban lainnya,” katanya.
Hukum Tetap Berjalan, Korban Diselamatkan
Meski fokus pada pemulangan, Pemprov Jabar memastikan tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang ditangani oleh Polda NTT. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Mabes Polri hingga Polres Sikka.
“Kami pastikan proses hukum tetap berjalan beriringan. Korban bisa diselamatkan secepatnya untuk pemulihan trauma, dan penegakan hukum terhadap pelaku tetap lanjut,” tegas Jutek.
Saat ini, kondisi para korban dilaporkan mulai membaik secara mental setelah KDM menghubungi mereka langsung melalui video call untuk memberikan penguatan sebelum proses penjemputan dilakukan.





