Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Marah Karena Kerusakan Trotoar dan Pemungutan Sumbangan di Jalan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan kemarahannya terhadap proyek penggalian kabel fiber optik yang merusak trotoar baru yang dibangun dengan dana APBD Pemprov Jabar. Kejadian ini terjadi saat ia melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke wilayah Subang, Jawa Barat.
Proyek Penggalian Kabel Merusak Infrastruktur Publik
Dedi Mulyadi menemukan bahwa proyek penggalian kabel optik telah menyebabkan kerusakan pada trotoar yang baru saja selesai dibangun. Ia langsung mengambil tindakan dengan memerintahkan penghentian sementara proyek tersebut. Selain itu, ia juga meminta kontraktor bertanggung jawab untuk membersihkan area hingga kembali seperti semula.
“Ini pekerjaan Pemprov kan (trotoar) baru selesai kita menata rapi daerah sini,” ujarnya dengan nada kesal. Ia menegaskan bahwa proyek yang menggunakan dana APBD harus dilakukan dengan cara yang benar, termasuk menjaga kebersihan lokasi kerja.
Dedi Mulyadi juga menyoroti kebiasaan kontraktor yang hanya melakukan penggalian lalu meninggalkan lokasi dalam keadaan kotor tanpa dibersihkan kembali. Menurutnya, cara kerja yang benar adalah dengan menutup trotoar menggunakan terpal sebelum meletakkan tanah galian agar tidak membekas dan merusak tembok atau lantai trotoar.
Tuntutan Terhadap Kontraktor
Setelah menemukan kondisi yang tidak memenuhi standar, Dedi Mulyadi langsung meminta kontraktor dan mandor proyek untuk menghadapinya. Ia juga mengancam akan memberikan denda karena pekerjaan tersebut.
Saat mandor proyek tiba, Dedi Mulyadi langsung meluapkan kekesalan dan kekecewaannya karena pengawasan yang lemah mengakibatkan fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat menjadi rusak dan kotor. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut harus dihentikan sementara.
Dedi Mulyadi juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencabut izin kontraktor tersebut karena dianggap bekerja tidak sesuai standar profesional. Selain itu, ia meminta agar seluruh area trotoar dibersihkan kembali seperti semula.
Masalah BPJS Ketenagakerjaan dan Kontrak Kerja
Selama berbincang dengan para pekerja, Dedi Mulyadi menemukan bahwa mereka tidak mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Ia langsung menuntut kontraktor untuk memenuhi hak pekerja, termasuk pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan dan transparansi kontrak kerja.
Peneguran Terhadap Pemungut Sumbangan Masjid di Ciamis
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga melakukan sidak di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Ia marah karena ada aksi pemungutan sumbangan masjid yang digelar di jalan nasional yang menikung. Peristiwa ini terjadi saat ia berkunjung ke wilayah tersebut.
Di tempat tersebut, terpampang spanduk bahwa pemungutan sumbangan dilakukan oleh warga untuk pembangunan Masjid Al-Muttaqien di Dusun Kaliwon, Desa Cinyasag, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Dedi Mulyadi langsung turun dari mobilnya untuk menegur para warga dan panitanya.
“Mentaan (minta-minta) di jalan nasional, haduh,” ujar Dedi Mulyadi menegur. Ia menilai aksi tersebut sangat membahayakan nyawa karena berada di tikungan jalan yang ramai dilewati kendaraan.
Kritik atas Pelaksanaan Pemungutan Sumbangan
Dedi Mulyadi menginstruksikan agar warga menghentikan aktivitas pemungutan sumbangan tersebut dan mengangkut barang-barang yang ditempatkan di tengah jalan nasional. Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Jabar telah menerbitkan Surat Edaran tentang penertiban pemungutan sumbangan masjid tersebut.
Ia merasa heran masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan kebijakannya tersebut. Dedi pun meminta agar panitia atau pengurus masjid yang meminta sumbangan itu untuk langsung menghadapnya.
Saat pengurus masjid itu menghadapnya, Dedi Mulyadi menegur bahwa kegiatan meminta sumbangan masjid di jalan itu memalukan. “Atuh ngerakeun, mentaan sumbangan masjid di jalan (Memalukan meminta sumbangan masjid di jalan),” ujarnya.
Tindakan Lanjutan dan Nasihat untuk Pembangunan Masjid
Dedi Mulyadi juga menegur pihak panitia pembangunan karena melakukan pungutan di lokasi yang rawan kecelakaan, terutama saat bus atau truk melintas dengan kencang. Ia menanyakan siapa yang telah memberikan izin meminta sumbangan masjid di jalan nasional tersebut.
Seorang warga berdalih mengaku bahwa izin itu diberikan oleh kepolisian secara tak tertulis. Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menyinggung soal aturan penggunaan jalan. Ia juga menegur warga tersebut bahwa membangun tempat ibadah harus dengan cara yang baik.
Meski sudah ditegur, warga tersebut berbicara mengungkap dalihnya mengaku cara itu terpaksa mereka lakukan karena sudah kehilangan cara. Warga tersebut mengaku sudah meminta sumbangan kepada warga secara langsung hingga sejumlah tempat maupun yayasan untuk berdonasi dalam pembangunan masjid tersebut.
Dedi Mulyadi memberikan nasihat agar pembangunan pun sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi warga dan tidak dipaksakan jika memang belum mampu. Ia juga menegur tokoh masyarakat yang memimpin pembangunan masjid itu harus memikirkan aspek keamanan dan keselamatan publik.
Setelah menegur panitia dan pengurus pembangunan masjid tersebut, Dedi Mulyadi menginstruksikan agar kegiatan pungutan liar di jalan tersebut dihentikan. Ia juga meminta nomor kontak pengurus agar timnya yang mengecek untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid tersebut agar tidak perlu meminta-minta di jalan lagi.





