Dedi Mulyadi Meminjamkan Alphard ke Wali Kota Banjar, Jelaskan Bukan Pembelian dari APBD

Aa1xjjzf
Aa1xjjzf

Gubernur Jawa Barat Beri Pinjaman Mobil Dinas kepada Wali Kota Banjar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan mobil dinas Toyota Alphard miliknya kepada Wali Kota Banjar, Sudarsono. Hal ini dilakukan karena mobil dinas lama yang digunakan oleh Sudarsono sering mengalami kerusakan dan anggaran Pemerintah Kota Banjar saat ini terbatas.

Dedi menjelaskan bahwa mobil Alphard yang digunakan oleh Sudarsono bukanlah hasil pembelian baru dari APBD, melainkan kendaraan dinas milik pribadinya yang diberikan untuk mendukung mobilitas Wali Kota Banjar dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Kalau Wali Kota Banjar pakai Alphard itu bukan beli, tapi pemberian dari saya,” ujar Dedi dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Menurut Dedi, Sudarsono sempat mengeluhkan kondisi mobil dinas lama yang sering mogok. Sementara itu, anggaran Pemerintah Kota Banjar tidak memungkinkan untuk melakukan pembelian kendaraan baru. Oleh karena itu, Dedi memutuskan untuk meminjamkan mobil dinasnya sebagai solusi sementara.

“Kasihan tidak boleh membeli mobil dinas, nggak ada anggarannya. Mobilnya mogok, nih saya kasih dari Provinsi,” katanya.

Dedi menilai tidak ada masalah jika kendaraan tersebut dipinjamkan untuk mendukung tugas pemerintahan. Ia bahkan menyampaikan bahwa mobil dinas hanya akan dipinjamkan untuk kepentingan pemerintahan, bukan untuk keperluan pribadi.

“Mobil saya kasih pinjam, kecuali pacar nggak akan dipinjamkan,” ucapnya.

Penghematan Anggaran di Awal Jabatan

Sebelumnya, saat awal menjabat sebagai Gubernur, Dedi Mulyadi melakukan penghematan anggaran dengan mencoret beberapa item yang dianggap tidak perlu. Salah satu yang dihapus adalah anggaran pengadaan mobil dinas baru. Selain itu, anggaran baju dinas dan kunjungan luar negeri juga dibatalkan.

“Misalnya anggaran baju dinas saya dihapus, anggaran baju dinas Gubernur Jawa Barat Rp150 juta lebih dinolkan, anggaran kunjungan luar negeri Rp1,5 miliar dinolkan, anggaran perjalanan dinas Rp1,8 miliar disisain hanya Rp700 juta. Hilang hampir 40 persen,” katanya.

Penghematan ini dilakukan untuk memastikan anggaran yang tersedia dapat dialokasikan ke sektor-sektor yang lebih penting dan mendesak. Dedi juga memilih untuk membagikan mobil dan motor dinas kepada Sekda, Kepala Biro, serta staf bagian umum di Gedung Pakuan.

Penjelasan tentang Penggunaan Kendaraan Pribadi

Dedi mengaku sudah cukup menggunakan kendaraan pribadinya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk membagikan kendaraan dinas yang dimilikinya kepada pihak-pihak terkait agar bisa digunakan secara efisien.

Dengan langkah-langkah ini, Dedi Mulyadi menunjukkan komitmen untuk menjalankan pemerintahan yang lebih efisien dan hemat. Ia berharap kebijakan penghematan ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengelola anggaran secara lebih bijak.

Pos terkait