Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara langsung menangani kasus Vina dari Cirebon yang mengaku menjadi korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan di Tiongkok. Dedi menyatakan bahwa dirinya akan segera menjemput Vina dari Tiongkok.

Sebelumnya, video tentang seorang perempuan asal Cirebon yang meminta bantuan karena menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus ‘pengantin pesanan’ di Tiongkok beredar luas. Perempuan bernama Vina kini terjebak di Tiongkok dan tidak bisa pulang ke tanah air.

Menurut informasi yang didapatkan, semua dokumen dan paspor Vina disita oleh pihak yang menahannya. Bahkan, ia juga mengaku menerima kekerasan fisik jika tidak menuruti keinginan mereka.
Kabar ini diketahui melalui video yang diunggah oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, baru-baru ini. Dalam video tersebut, Vina memohon kepada Dedi untuk membantunya pulang dan diselamatkan.
Mendengar permohonan itu, Dedi Mulyadi tidak tinggal diam. Ia bersedia membantu Vina Cirebon yang mengaku menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan di Tiongkok.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi. Perkenalkan, nama saya Fitna, saya dari Cirebon. Saya sedang berada di Tiongkok saat ini,” ujar Vina dalam video tersebut.
“Dengan adanya video ini, saya ingin memberitahu terkait kondisi saya, bahwa saya telah menjadi korban pengantin pesanan oleh sesama WNI. Di sini juga ada dua kenalan saya. Mereka mengambil dan menahan semua berkas saya, termasuk paspor saya,” jelasnya.
“Ia juga sudah mengalami tindakan kekerasan fisik jika saya tidak menuruti dan mengikuti kemauan mereka. Dengan itu, saya memohon sangat sangat kepada Pak Dedi, tolong bantu saya agar saya bisa kembali ke tanah air. Saya ingin kembali ke rumah,” tambahnya.
“Tolong bantu saya, Pak. Terima kasih,” lanjutnya.
Dedi Mulyadi mengakui bahwa dirinya akan segera menjemput korban seperti yang dilakukannya ketika menjemput korban TPPO di Maumere beberapa hari lalu. Ia bahkan akan berkoordinasi dengan Bupati Cirebon.
“Hari ini ada warga Cirebon yang jadi korban penjualan orang di Tiongkok, saya sudah berkomunikasi.”
“Insyaallah akan ditangani dan dijemput seperti korban di Maumere kemarin. Nanti saya minta bupati datanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi juga meminta agar perempuan di Jawa Barat tidak mudah tergoda dengan iming-iming dan janji manis pernikahan ke luar negeri.
“Banyak sekali perempuan Jawa Barat ini yang mudah tergoda oleh janji uang, janji dinikahi dengan mahar yang mewah.”
“Pada akhirnya, seluruh janji itu tidak ditepati, seperti janjinya politisi,” ucapnya, disambut tawa hadirin.
“Tepuk tangan! Saya politisi,” jelas dia.
Dedi Mulyadi siap membantu Vina Cirebon yang mengaku menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan di Tiongkok, netizen ramai memberikan komentar. Banyak dari mereka menyentil sosok Vina tersebut.
“Waktu dipesan diem2 ajaah, giliran ga enak lapor bapak aing,” tulis akun @fin***.
“Semoga dilancarkan dan di mudahkan semua niat baik nya kang, aamiin,” tambah akun @ibu***.
“Masih banyak aja yg kena kasus beginian padahal di sosmed sudah banyak video nya, apa pada gak punya sosmed?” tambah akun @ase***.





