Aksi Massal di Depan Mako Polresta Samarinda
Pada hari Senin (2/3/2026), terjadi eskalasi massa di depan Mako Polresta Samarinda. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan membawa tujuh poin tuntutan krusial bagi institusi kepolisian.
Massa aksi ini berasal dari Universitas Mulawarman serta berbagai universitas lain di Samarinda. Mereka mengawali orasinya dengan kritik tajam terhadap kinerja Polri. Salah satu poin paling mencolok adalah desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggalkan jabatannya.
Dampak Arus Lalu-Lintas
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa massa aksi menutup setengah badan jalan utama di depan Mako Polresta. Akibatnya, arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang. Petugas kepolisian terlihat berjaga ketat di depan gerbang mako guna mengantisipasi massa masuk ke area objek vital tersebut.
Mereka terdiri dari Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat beberapa mahasiswa tidak hanya dari Universitas Mulawarman. Tetapi ada dari berbagai Universitas yang berada di Samarinda.
Tuntutan GERAM
Geram melakukan unjuk rasa ini membawa beberapa tuntutan, ada 7 tuntutan yang mereka bawa. Berikut tuntutan-tuntutan GERAM:
- Menuntut Kapolri Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya.
- Hapus total dwifungsi polri dari tubuh sipil.
- Hentikan kekerasan, kriminalisasi, dan represifitas polisi kepada rakyat sipil.
- Proses secara pidana bukan hanya sanksi etik dan disiplin anggota polisi yang terbukti melakukan pelanggaran tanpa ada upaya saling melindungi esprit de corps yang keliru.
- Bebaskan seluruh tahanan perang kelas dimanapun berada.
- Evaluasi total institusi polri.
- Mendesak KPRP agar segera membuka hasil dan peta jalan reformasi polri serta memastikan KPRP melibatkan partisipasi aktif masyarakat sipil secara transparan dan akuntabel.





