Gelombang Protes Kekerasan Melanda Berbagai Wilayah Pakistan
Pada hari Minggu (1/3/2026), berbagai wilayah di Pakistan dilanda gelombang protes kekerasan yang menargetkan fasilitas diplomatik Amerika Serikat (AS) dan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Demonstrasi ini terjadi setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Insiden tersebut memicu bentrokan mematikan dengan aparat keamanan, sehingga menyebabkan sedikitnya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di seluruh negeri.
Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara gabungan antara AS dan Israel di Teheran. Mayoritas peserta demonstrasi berasal dari komunitas Muslim Syiah Pakistan yang marah atas keterlibatan Washington dalam operasi militer tersebut.
Massa Serbu Konsulat AS di Karachi
Bentrokan paling mematikan terjadi di Karachi, kota terbesar di Pakistan. Ratusan demonstran berkumpul di Jalan Mai Kolachi dan berusaha menerobos masuk ke kompleks Konsulat AS. Sekelompok pemuda berhasil memanjat gerbang utama dan merusak jendela bangunan utama. Massa pro-Iran juga dilaporkan menyalakan api di area resepsionis konsulat tersebut.
Aparat keamanan langsung merespons dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan. Ahli bedah kepolisian setempat, Summaiya Syed, mengonfirmasi jumlah korban sipil yang jatuh dalam insiden tersebut.
“Sedikitnya 10 orang tewas dan 60 terluka dalam bentrokan ini,” ungkap Summaiya Syed.
Bentrokan Meluas Hingga Ibukota dan Gilgit-Baltistan

Situasi serupa juga terjadi di ibu kota Islamabad dengan sekitar delapan ribu orang berunjuk rasa di dekat Zona Merah. Area dengan penjagaan ketat ini merupakan lokasi gedung parlemen dan berbagai kedutaan besar asing.
Pasukan keamanan menembakkan gas air mata setelah massa mencoba merangsek maju menuju Kedutaan Besar AS. Pihak rumah sakit Poly Clinic pemerintah menerima dua korban jiwa dan merawat 35 orang yang terluka akibat tembakan peluru karet.
Sementara itu, kerusuhan parah melanda wilayah utara Gilgit-Baltistan yang memiliki populasi Syiah yang signifikan. Demonstran di Distrik Skardu membakar kantor Kelompok Pengamat Militer PBB serta merusak sejumlah kendaraan di sekitarnya. Sebanyak 10 orang pengunjuk rasa dilaporkan tewas dalam konfrontasi dengan aparat keamanan di dua wilayah Gilgit-Baltistan. Pemerintah daerah akhirnya memberlakukan jam malam selama tiga hari di Skardu untuk mengendalikan situasi.
Pakistan Kecam Pembunuhan Khamenei

Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, secara terbuka mengecam serangan udara terhadap Teheran. Ia menilai pembunuhan kepala negara tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Pemimpin Pakistan itu juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran melalui media sosial resminya. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, turut meminta warganya untuk tetap tenang menghadapi situasi ini.
“Setelah kesyahidan Ayatollah Khamenei, setiap warga Pakistan bersedih sama seperti warga Iran,” tutur Mohsin Naqvi.
Kedutaan Besar AS di Islamabad saat ini terus memantau laporan demonstrasi di berbagai kota. Washington telah menginstruksikan warganya di Pakistan untuk menghindari kerumunan besar demi menjaga keselamatan pribadi.
Ribuan Orang Iran Berkabung atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Dibunuh AS-Israel





