DEN Klaim 80 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo

Aa1wdscp
Aa1wdscp

Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Subianto

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto saat ini. Menurut Mari, hal ini menjadi kabar baik di tengah situasi yang sedang terjadi. Dalam sebuah acara Economic Outlook 2026 by OJK Institute, ia menyatakan bahwa berdasarkan Survei Indikator pada Januari 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo mencapai 79,9 persen.

“Kemudian ini good news lain, tingkat kepuasan (terhadap) Presiden Prabowo mencapai 79,9 persen dengan tren kondisi ekonomi dipandang terus membaik,” ujar Mari dalam acara tersebut.

Alasan Masyarakat Puas atas Kinerja Prabowo

Mari menjelaskan bahwa kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo didorong oleh berbagai program yang telah dijalankan. Salah satu program utama yang disebutkan adalah pemberian bantuan seperti bansos dan Makan Bergizi Gratis alias MBG.

Menurut survei tersebut, alasan utama masyarakat merasa puas adalah pemberantasan korupsi, yang mencapai 17,5 persen. Selanjutnya, sebanyak 15,6 persen merasa puas karena seringnya pemberian bantuan, dan 11 persen karena adanya program kerja yang baik.

“Alasan mengapa dianggap masyarakat puas, itu adalah karena berbagai program Presiden. Terutama dibilang sering memberi bantuan ya, itu terkait dengan Bansos, terkait dengan MBG,” jelas Mari.

Kepuasan atas Program MBG

Mari menambahkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap program MBG juga cukup tinggi, yaitu sebesar 72,8 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12,2 persen merasa sangat puas dengan MBG, sementara 60,6 persen sisanya merasa cukup puas atas program tersebut.

“Terkait MBG khususnya ternyata 72,8 persen puas dengan program MBG,” kata Mari.

Masalah yang Perlu Diselesaikan

Meski ada peningkatan kepuasan masyarakat, Mari menilai masih ada ruang untuk perbaikan. Ia menyebutkan bahwa ada lima masalah teratas yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan jika ingin pertumbuhan ekonomi mencapai angka 6-7 persen.

“Ini bagian dari PR yang harus dihadapi. Meredam harga bahan pokok, pemberantasan korupsi, penyediaan lapangan pekerjaan serta pengurangan kemiskinan, dan keamanan/ketertiban,” ujar Mari.

Tantangan Ke depan

Mari menjelaskan bahwa beberapa isu penting yang perlu mendapat perhatian adalah stabilisasi harga bahan pokok, pemberantasan korupsi yang masih menjadi tantangan, penyediaan lapangan kerja, pengurangan tingkat kemiskinan, dan peningkatan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, semua pihak perlu bekerja sama dan fokus pada solusi yang efektif. Dengan demikian, harapan besar bisa tercapai dan rakyat semakin merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah.

Pos terkait