DEN: Pemerintah Prabowo Belum Maksimal Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Aa1p2aqb
Aa1p2aqb

Penciptaan Lapangan Kerja yang Masih Tidak Optimal

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyoroti bahwa penciptaan lapangan kerja saat ini masih belum maksimal. Hal ini menjadi salah satu isu utama yang diangkat oleh DEN sebagai lima pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

Menurut Mari, meskipun pengangguran terbuka mengalami penurunan, hal tersebut tidak cukup menjadi acuan karena rata-rata penciptaan lapangan kerja baru terjadi di sektor informal. “Penciptaan lapangan pekerjaan yang baru itu rata-rata di sektor informal, yang gajinya rendah, dan PHK di sektor formal masih meningkat,” ujarnya dalam Economic Outlook 2026, Kamis (19/2/2026).

Lebih lanjut, Mari menyebutkan bahwa jumlah penganggur yang lebih banyak adalah kalangan muda, sekitar 25 persen, dan mayoritas dari mereka memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam menciptakan peluang kerja yang layak bagi generasi muda.

Sumber Ketegangan Sosial Baru

Mari menilai bahwa ketidakmampuan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang baik bisa memicu munculnya sumber ketegangan sosial baru. Sampai saat ini, 80 persen dari lapangan kerja baru berada di sektor informal dengan upah yang relatif kecil.

“Ini menunjukkan perlunya penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan juga permasalahan penciptaan lapangan pekerjaan di sektor formal dengan decent wage atau di atas minimum wage,” katanya.

Pemicu Pelemahan Daya Beli Kelas Menengah

Lapangan kerja dengan gaji rendah dinilai Mari sebagai penyebab utama penurunan daya beli kelas menengah. Oleh karena itu, penciptaan lapangan kerja formal dengan upah layak menjadi keharusan jika pemerintah ingin mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6-7 persen.

“Ini juga menjadi salah satu faktor penurunan daya beli kelas menengah, yang juga perlu diatasi dengan meningkatkan investasi dan meningkatkan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Lima PR yang Mesti Diselesaikan Pemerintah

Mari dan DEN telah mengidentifikasi lima hal yang menjadi PR pemerintah untuk diselesaikan dalam lima tahun mendatang. Lima PR tersebut meliputi:

  • Meredam harga bahan pokok
  • Pemberantasan korupsi
  • Penyediaan lapangan pekerjaan serta pengurangan kemiskinan
  • Keamanan dan ketertiban

“Merupakan bagian dari PR yang harus dihadapi. Dengan menyelesaikan kelima isu tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi dan sosial,” kata Mari.

Peran Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi

Selain menghadapi masalah lapangan kerja, pemerintah juga dihadapkan pada tantangan lain seperti inflasi, ketimpangan, dan kestabilan politik. Untuk itu, diperlukan strategi yang komprehensif dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat luas.

Dalam konteks industri, beberapa pengusaha telah menyambangi tokoh penting seperti Prabowo untuk membahas solusi dalam meningkatkan kinerja sektor industri. Target pertumbuhan industri Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan adalah untuk meningkatkan lapangan kerja.

Tantangan seperti jobless growth, di mana ekonomi tumbuh namun lapangan kerja tidak bertambah, juga menjadi perhatian serius para ekonom. Solusi jangka panjang diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi diiringi dengan peningkatan kesempatan kerja yang layak.

Pos terkait