Penembakan di Rumah Pegawai Bank Lampung Masih Mencurigakan
Polsek Banjar Agung masih belum menemukan kesimpulan terkait peristiwa penembakan yang dialami seorang pegawai Bank Lampung, SP (52). Kejadian ini terjadi di tempat tinggal korban, Kampung Tunggal Warga, Kabupaten Tulang Bawang. SP mengaku menderita luka tembak pada Jumat (26/2/2026) dini hari ketika sedang tidur.
Saat itu, ia tiba-tiba terbangun setelah mendengar suara letusan. Beberapa saat kemudian, ia merasakan sakit di bagian pergelangan kaki kanannya. Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah, menyampaikan bahwa penyidik mengalami kesulitan dalam memastikan arah penembak karena luka pada korban tidak bisa dipastikan asalnya.
Untuk mengungkap misteri ini, aparat kepolisian telah melakukan rekonstruksi sebanyak 50 adegan. Rekonstruksi ini melibatkan korban serta saksi kunci dari pihak keluarga, seperti istri, anak, dan keponakan korban.
Dari rekonstruksi tersebut, ditemukan beberapa fakta yang tidak sesuai dengan harapan. Salah satu kejanggalan yang mencolok adalah posisi proyektil peluru. Polisi menemukan proyektil berada 50 sentimeter di bawah kasur, namun tidak ada lubang bekas tembakan pada benda-benda di sekitarnya.
“Kelambu tidak ada lubang bekas tembakan, di kasur juga tidak ada. Namun peluru kami temukan di bawah kasur, yang posisinya mustahil menggelinding masuk sendiri,” tegas Irwansyah.
Selain masalah proyektil, penyidik juga menyoroti akses masuk peluru. Ventilasi di kamar korban dinilai terlalu sempit dan sulit dimasuki tangan manusia saat memegang senjata api. Hal ini semakin memperkuat keraguan terhadap arah tembakan yang diduga berasal dari bawah kasur.
Polisi kini tengah mendalami keterangan para saksi untuk mencari tahu apakah ada motif internal atau keterlibatan orang dekat dalam insiden ini. “Kami terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti tambahan. Semoga segera terungkap siapa pelakunya,” pungkas Irwansyah.
Fakta-Fakta Terkait Penembakan
- Lokasi kejadian: Tempat tinggal SP di Kampung Tunggal Warga, Kabupaten Tulang Bawang.
- Waktu kejadian: Jumat (26/2/2026) dini hari.
- Kondisi korban: Mengalami luka seperti kena tembak di pergelangan kaki kanan.
- Rekonstruksi: Dilakukan sebanyak 50 adegan dengan melibatkan korban dan saksi kunci.
- Posisi proyektil: Ditemukan 50 sentimeter di bawah kasur tanpa ada lubang bekas tembakan di sekitarnya.
- Ventilasi kamar: Dinilai terlalu sempit untuk dimasuki tangan manusia saat memegang senjata api.
Proses Penyelidikan yang Dilakukan
Polisi melakukan berbagai langkah untuk mengungkap kejadian ini. Salah satunya adalah dengan melakukan rekonstruksi yang melibatkan korban dan saksi kunci. Proses ini bertujuan untuk memahami lebih jauh bagaimana peluru bisa sampai ke bawah kasur tanpa meninggalkan bekas tembakan.
Selain itu, penyidik juga mengecek akses masuk peluru. Ventilasi yang sempit menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah ada kemungkinan seseorang masuk ke kamar korban menggunakan alat tertentu.
Proses penyelidikan ini juga mencakup pengumpulan keterangan dari saksi-saksi. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada motif internal atau keterlibatan orang dekat dalam insiden ini.





