Pentingnya Optimalisasi PAD dalam Pembangunan Kota Palangka Raya
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama pembangunan dan keberlanjutan pelayanan publik di Kota Palangka Raya. Pernyataan ini disampaikan oleh Fairid saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya yang berlangsung di kawasan Kantor Bapenda, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, jajaran pemerintah kota, pegawai Bapenda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), mitra kerja, serta relawan pemadam kebakaran dan relawan kemanusiaan. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung visi pembangunan daerah.
Menurut Fairid, realisasi PAD Kota Palangka Raya pada tahun 2025 mencapai 100 persen dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai mampu menopang belanja daerah meski ada kebijakan efisiensi anggaran. “Meski ada kebijakan efisiensi, belanja daerah tetap bisa ditopang oleh kenaikan PAD,” ujar Fairid.
Peningkatan PAD, lanjutnya, memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan layanan publik, mulai dari pembiayaan program pembangunan, pemeliharaan infrastruktur hingga dukungan terhadap pelayanan dasar masyarakat. Untuk tahun anggaran berjalan, pemerintah kota menargetkan peningkatan PAD sebesar Rp20 miliar lebih dibandingkan capaian tahun lalu.
Meski demikian, Fairid menegaskan bahwa target tersebut disusun secara realistis dan dibarengi langkah-langkah strategis. “Sebelum penyusunan APBD, kami sudah melakukan pemetaan dan pendalaman potensi. Bapenda kami dorong untuk memaksimalkan potensi yang ada sekaligus menggali sumber-sumber PAD baru,” jelasnya.
Upaya tersebut juga disertai dengan pembaruan dan pemutakhiran data pada sejumlah sektor pajak daerah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), BPHTB, hingga perluasan basis pajak lainnya. Semua ini dilakukan dengan tetap mengacu pada kajian regulasi. “Kita lakukan pembaruan data dan perluasan potensi, tapi tetap melalui kajian. Mana regulasi yang perlu disesuaikan, diperbaiki, atau diperkuat,” katanya.
Strategi Peningkatan PAD yang Berkelanjutan
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Palangka Raya Emi Abriyani menjelaskan bahwa peningkatan PAD yang ditargetkan pemerintah kota ditempuh dengan memperkuat basis data dan pengelolaan pajak daerah, sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kami fokus membenahi data dan potensi pajak yang ada, supaya target pendapatan bisa tercapai tanpa membebani masyarakat,” ujar Emi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan pendapatan tidak hanya sekadar mengejar angka, tetapi juga menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Pelayanan kepada masyarakat harus tetap adil dan terbuka agar kebijakan yang dijalankan bisa diterima,” tambahnya.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:
- Pemetaan potensi pajak daerah secara menyeluruh.
- Pemutakhiran data pajak yang ada untuk memastikan akurasi dan keandalan.
- Perluasan basis pajak dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku.
- Peningkatan koordinasi antar lembaga dan instansi terkait.
Dengan strategi-strategi ini, diharapkan PAD Kota Palangka Raya dapat terus meningkat dan menjadi fondasi kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.





