Agnez Mo Berada di Dubai, Tegaskan Kondisinya Aman
Agnez Mo, penyanyi ternama Indonesia, kini sedang berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Ia mengungkapkan bahwa kondisinya saat ini dalam keadaan aman dan tidak terganggu oleh situasi yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah.
Dubai menjadi salah satu wilayah yang turut terlibat dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Meskipun begitu, Agnez Mo menegaskan bahwa dirinya tetap dalam keadaan aman. Ia juga menyampaikan empati dan doa bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh konflik tersebut.
“Ada situasi yang sangat memprihatinkan terjadi, dan saya berdoa bagi orang-orang yang benar-benar terkena dampaknya,” ujarnya melalui unggahan video di Instagram Story akun pribadinya.
Selama berada di Dubai, Agnez Mo mengaku terus meningkatkan kewaspadaan. Baginya, mengambil langkah yang tepat dan bertanggung jawab menjadi hal penting di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
“Tentunya saya berusaha untuk tetap aman dan sangat berhati-hati. Saya mengambil keputusan yang bertanggung jawab sesuai dengan situasi yang ada,” tambahnya.
Di sisi lain, pelantun lagu “Coke Bottle” tersebut juga menyoroti munculnya sejumlah pemberitaan yang dinilainya tidak akurat. Ia menyayangkan judul-judul berita yang justru berpotensi memperkeruh suasana dan memicu kesalahpahaman di tengah situasi yang sudah sensitif.
“Tolong jangan buat headline yang membuat suasana makin memanas. Jangan percaya pada judul berita yang mengatakan saya terjebak saat sedang berlindung. Saya baik-baik saja, saya berada di apartemen saya sekarang dan semuanya aman,” kata Agnez.
Belakangan memang beredar klaim keliru yang menyebut dirinya terjebak di Dubai seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Informasi tersebut muncul setelah laporan mengenai serangan terhadap Iran yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel, namun Agnez menegaskan bahwa kondisinya aman dan terkendali.
Reaksi Warga Iran atas Kematian Ali Khamenei
Gelombang duka dan keterkejutan menyelimuti Iran setelah kabar wafatnya Ayatollah Ali Khamenei tersebar luas, memicu tangis dan doa di berbagai kota. Di Mashhad hingga Teheran, warga berkumpul dalam suasana berkabung, sementara pemerintah menetapkan 40 hari masa duka nasional.
Namun di tengah kesedihan para pendukungnya, reaksi beragam juga muncul, mencerminkan polarisasi mendalam di tengah masyarakat Iran. Seperti diketahui, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada Sabtu (28/2/2026). Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran.
Iran menetapkan masa berkabung 40 hari untuk mengenangnya. Dalam video yang diunggah Palestine Chronicle, sejumlah warga Iran di Masjid Imam Reza Mausoleum tampak sangat berduka. “Suasana di kompleks makam suci Imam Reza di Mashhad berubah menjadi sangat berduka setelah pengumuman kemartiran Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” tulis Palestine Chronicle di caption.
Para jemaah berkumpul dalam keadaan syok dan berduka di dalam kompleks suci tersebut. Banyak di antara mereka diliputi emosi, dan beberapa dilaporkan pingsan saat berita tersebut menyebar di seluruh kompleks makam.
Media Iran Konfirmasi Kematian Khamenei
Media Iran seperti Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. Dikatakan bahwa Khamenei terbunuh pada Sabtu (28/2/2026) pagi, tetapi tidak ada detail lebih lanjut.
Fars hanya menyatakan, Khamenei meninggal di kantornya saat menjalankan tugas yang diemban kepadanya. Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.
Sebelumnya, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi hancur total usai serangan Israel dan Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). Beit-e Rahbari selama ini dikenal tidak hanya sebagai tempat tinggal sang pemimpin tertinggi, tetapi juga lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran.
Berdasarkan foto udara tersebut, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah.





