Diky Candra Perkuat Mitigasi Bencana di RKPD 2027 Kota Tasikmalaya

Pelatihan Mitigasi Bencana 1
Pelatihan Mitigasi Bencana 1

Peran Mitigasi Bencana dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana agar tidak menghambat pembangunan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sektoral Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tasikmalaya Tahun 2027 yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya di Kantor Damkar Jalan Ir H Djuanda, Senin, 2 Maret 2026.

Menurut Diky, Musrenbang sektoral tersebut dilaksanakan berdasarkan amanat regulasi dan aspirasi masyarakat. Ia menyebut Kota Tasikmalaya memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi sehingga memerlukan perencanaan mitigasi yang matang dan terukur. Sepanjang 2025, tercatat 248 kejadian bencana di 1.014 titik dengan total 1.181 kerusakan. Peristiwa yang paling dominan adalah cuaca ekstrem sebanyak 164 kejadian dan tanah longsor 54 kejadian, disusul banjir serta gempa bumi.

Selain bencana alam, risiko sosial, teknologi, dan dampak perubahan iklim juga dinilai berpotensi mengganggu pembangunan daerah. Ia menegaskan, forum Musrenbang bukan sekadar agenda administratif, melainkan wadah strategis untuk menyusun program penanggulangan bencana yang partisipatif dan berkelanjutan.

Tiga Fokus Utama dalam Pembangunan Daerah

Dengan mengusung tema peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik, ketahanan daerah dinilai menjadi fondasi utama pembangunan. Untuk arah kebijakan 2027, Diky mendorong tiga fokus utama, yakni:

  • Penguatan mitigasi berbasis wilayah rawan

    Fokus pada pengembangan strategi mitigasi yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan risiko bencana setiap wilayah. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur.

  • Peningkatan kapasitas masyarakat

    Meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pelatihan, edukasi, dan partisipasi aktif dalam proses mitigasi. Keterlibatan masyarakat akan memperkuat ketahanan daerah secara keseluruhan.

  • Integrasi data dan respons cepat berbasis teknologi

    Menggunakan teknologi informasi untuk mengumpulkan dan menganalisis data bencana secara real-time. Hal ini akan mempercepat respons darurat dan meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan guna merumuskan program yang kolaboratif dan berdampak nyata bagi ketahanan daerah. Dengan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan, diharapkan Kota Tasikmalaya dapat menghadapi ancaman bencana dengan lebih baik, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil.


Pos terkait